Makassar, ERANASIONAL.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memastikan pemerintah terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Hingga saat ini kata dia, sebanyak 35.000 koperasi telah rampung dibangun dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 35.800 unit pada akhir Agustus 2026.
“Alhamdulillah sudah 35.000. Insya Allah pada akhir Agustus menjadi sekitar 35.800 unit. Informasi itu kami terima dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PT Agrinas Pangan Nusantara,” ujar Yandri, kepada awak media usai menghadiri kegiatan Seminar Nasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Makassar, Selasa (4/8)..
Menurutnya, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan percepatan program berjalan sesuai target.
Sinergi dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, serta Wakil Presiden.
Yandri menjelaskan, persoalan ketersediaan lahan tidak akan menghambat pembangunan koperasi.
Desa yang memiliki lahan kurang dari 1.000 meter persegi tetap akan mendapatkan pembangunan koperasi, sementara desa yang belum memiliki lahan akan dicarikan solusi oleh pemerintah.
“Program ini dilaksanakan secara bertahap. Tidak mungkin semuanya selesai sekaligus. Namun kami bersyukur, dalam waktu kurang dari satu tahun sudah berhasil membangun sekitar 35.000 koperasi beserta sarana operasionalnya,” katanya.
Setiap koperasi, lanjut Yandri, dilengkapi fasilitas penunjang berupa satu unit truk, satu mobil pikap, serta dua unit sepeda motor untuk mendukung distribusi logistik dan operasional di lapangan.
Menanggapi anggapan bahwa pembangunan koperasi lebih diprioritaskan dibandingkan rehabilitasi sekolah, Yandri menegaskan kedua program tersebut sama-sama menjadi perhatian Presiden dan dijalankan secara paralel.
“Rehabilitasi sekolah juga terus berjalan. Sudah puluhan ribu sekolah direhabilitasi tahun ini. Sama seperti koperasi, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena tidak mungkin diselesaikan sekaligus,” ujarnya.
Yandri menambahkan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan berbagai program pembangunan desa.
Kerja sama telah dilakukan dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian Pertanian untuk mengembangkan berbagai program desa tematik, seperti desa jagung, desa melon, dan desa semangka.
Selain itu, Kemendes PDT juga menggandeng TNI Angkatan Darat dalam pembangunan infrastruktur dasar di wilayah tertinggal, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan sumur air bersih.
“Kami ingin semua program dikerjakan secara kolaboratif. Seperti yang selalu saya sampaikan, kita bukan superman, tetapi super tim. Arahan Bapak Presiden jelas, seluruh kementerian dan lembaga harus bekerja sama agar pembangunan desa berjalan lebih cepat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Yandri.





