Ratusan talenta terbaik dari 30 provinsi di Indonesia resmi memulai masa karantina Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Kegiatan ini merupakan persiapan intensif bagi tim paduan suara dan orkestra nasional untuk tampil pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus mendatang.
Pembukaan pembinaan GBN 2026 ini dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Peserta yang terpilih mayoritas adalah mahasiswa berusia 16 hingga 23 tahun yang telah lolos melalui proses audisi ketat di tingkat daerah maupun nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa peran GBN bukan sekadar menyanyikan lagu kebangsaan, melainkan juga menghayati nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.
"Kita harapkan ini bukan hanya untuk menyanyi, untuk melantunkan lagu-lagu kebangsaan kita, tapi juga mengobarkan semangat perjuangan kita dan juga mewariskan nilai-nilai dari apa yang menjadi semangat di balik peristiwa lagu-lagu tersebut. Kita harapkan mereka ini sebagai generasi muda yang terpilih bisa menjadi duta-duta budaya kita di daerah masing-masing, dalam posisi mereka di bidang apapun nantinya," ujar Fadli Zon dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
COPAS JUDUL LINK DISINISementara itu, Konduktor GBN 2026, Vincent Wiguna, menjelaskan bahwa materi latihan tahun ini dirancang untuk mencerminkan kekayaan budaya Indonesia melalui keberagaman lagu daerah, aransemen, hingga instrumen musik yang digunakan. Ia optimis timnya dapat menyuguhkan penampilan terbaik di hadapan Presiden dan masyarakat luas.
"Prestasi dari apa yang baik menunjukkan kekayaan, menunjukkan mencerminkan Indonesia. Kita pilih lagu-lagu yang sangat beragam dari berbagai daerah, lagu-lagu nasional, juga aransemen yang begitu beragam, instrumen yang sangat beragam. Saya rasa itu menjadi satu cerminan untuk betapa kayanya Indonesia," ujar Vincent.
Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para peserta. Salah satunya Vimala Kumari, mahasiswi yang rela menempuh perjalanan jauh dari Beijing, Tiongkok, demi mengikuti karantina ini. Ia mengaku bangga dapat berpartisipasi langsung dalam perayaan sakral kemerdekaan Tanah Air.
Selama masa karantina, para peserta tidak hanya mengasah kemampuan vokal dan musik, tetapi juga menjalani penempaan disiplin, penguatan mental, serta pendalaman wawasan kebangsaan untuk menyatukan harmoni sebagai wajah persatuan Indonesia.




