Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menangkap dan menyerahkan dua orang masing-masing berperan sebagai pencuri dan penadah ke polisi, atas hilangnya empat kursi taman.
Pramudita Yustiani Kepala Bidang Taman/P3KH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menyebut, terungkapnya pencurian empat kursi itu saat patroli Satpol PP.
“Jadi, penadahnya dulu. Penadahnya dulu yang kena, ditangkap. Dari situ informasi-informasinya dapat dari mana dan lain sebagainya. Akhirnya, ya, berkembang itu. Kita cek CCTV di Diskominfo, kita cek juga lewat situ jam segitu sesuai dengan informasi yang diberikan,” bebernya dihubungi suarasurabaya.net, Selasa (4/8/2026).
Setelah ditelusuri, termasuk lewat pengecekan CCTV diketahui pelaku mengangkut kursinya menggunakan mobil ambulans.
“Kalau jadi dari keterangannya itu berkembang lagi ternyata total dia mencuri sekitar berapa gitu,” paparnya lagi.
Hasil pengembangan saat diperiksa, pencurian ternyata dilakukan di beberapa lokasi dan bukan hanya empat kursi.
“Satu buah di Jalan Prof. Dr. Moestopo dan dua buah di Jalan Dharmawangsa tanggal 31 Mei, lalu dua buah di Jalan Airlangga tanggal 5 Juni, kemudian dua buah terbagi di Jalan Walikota Mustajab dan Jalan Embong Malang tanggal 23 Juli,” rincinya.
Sebagai antisipasi kejadian serupa, ia menyebut sudah koordinasi dengan dinas perhubungan dan dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) untuk memantau aset lain, termasuk tanaman lewat CCTV.
Namun, ia juga tetap minta bantuan masyarakat agar segera melapor jika menemukan tindakan pencurian aset pemkot.
“Beberapa kali ini kan lebih sering ketahuan, ya. Karena warga juga yang ikut care. Jadi, penginnya silakan aktif saling peduli. Kalau ada apa-apa ya di sampaikan ke kami. Itu juga mempermudah ininya kami, ya. Karena kami kan enggak mungkin 24 jam ngawasi di tempat tersebut. Jadi, kalau misalnya malam-malam ada yang mencurigakan atau apa, sambil difoto disampaikan ke kami. Bisa melalui 112 atau DM (direct message) yang DLH itu,” tutupnya. (lta/iss/ham)




