Band asal Inggris Dilarang Tampil Usai Aksi Pro-Palestina saat Konser di Singapura

beautynesia.id
4 jam lalu
Cover Berita

Band asal Inggris, Massive Attack, baru-baru ini tuai sorotan setelah konsernya di Star Theatre, Singapura, Beauties. Band tersebut terdiri dari Robert Del Naja dan Grant Marshall, yang tampil dengan band pengiring dan vokalis tamu, termasuk Elizabeth Fraser dari Cocteau Twins. Di atas panggung, anggota band secara spontan mengibarkan bendera Palestina sambil menyerukan "Free Palestine" (bebaskan Palestina) saat tampil pada hari Rabu (29/7/2026).

Walaupun didukung oleh para penontonnya, aksi pro-Palestina tersebut justru dianggap melanggar aturan di Singapura. Berdasarkan keterangannya yang dipublikasi melalui akun media sosial, seusai konser, band Massive Attack ditahan oleh pihak kepolisian dan diinterogasi secara terpisah. Bahkan, beberapa anggota digeledah kamar hotelnya dan paspornya disita sementara. Mengutip dari Al Jazeera, pihak berwenang mengatakan dua anggota band tersebut telah diberi peringatan keras dan dilarang memasuki Singapura kembali.

(dmh/dmh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemilihan Ketua Umum PSSI Digelar Juli 2027
• 1 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bekasi Pet Expo 2026 Catat Sejarah sebagai Pameran Hewan Peliharaan Terbesar di Bekasi
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Target Pendidikan Tinggi Indonesia 2029: Pemerintah Kejar APK Kuliah 38 Persen, Ini Strateginya
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Aksi Heroik Damkar Depok Selamatkan Seekor Anjing saat Kebakaran di Sukmajaya
• 53 menit lalukumparan.com
thumb
Kapten Persib Adam Alis Enggan Remehkan Persija di Piala Presiden 2026, Waspadai Lemparan Pratama Arhan
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.