Kupang: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 12.42 Wita, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak. Kolom abu mencapai sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut atau sekitar 300 meter di atas puncak gunung.
"Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat hingga barat laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, melansir Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.
Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 17 detik. Hingga saat ini Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berstatus Level III atau Siaga.
Baca Juga :
ESDM: 4 Gunung Api di Sulawesi Utara Berstatus WaspadaPVMBG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki apabila terjadi hujan berintensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.
PVMBG meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, maupun dengan PVMBG Badan Geologi untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas gunung api tersebut.
PVMBG menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan BPBD Kabupaten Flores Timur dalam penyampaian informasi serta upaya mitigasi terhadap aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.




