Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Terjun dari Jembatan Rantau Berangin

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, KAMPAR - Seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya diduga nekat mengakhiri hidup dengan cara melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 07.50 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.

BACA JUGA: Debut Shin Tae-yong di Persija Jakarta Diwarnai Gol Bunuh Diri, Begini Pengakuannya

Kapolsek Bangkinang Barat Iptu Rully Chairullah mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kampar, Basarnas, Tagana, serta warga untuk melakukan pencarian di aliran Sungai Kampar.

“Diduga aksi bunuh diri. Korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” kata Rully.

BACA JUGA: 3 Hari Pencarian, Pemuda yang Terjatuh dari Jembatan di Kampar Ditemukan Meninggal

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian seorang perempuan bernama Ernawati (46), warga Dusun Rantau Berangin, sempat melihat seorang pria berdiri di atas pagar Jembatan Rantau Berangin sekitar pukul 07.40 WIB.

Merasa khawatir, Ernawati menegur pria tersebut.

Setelah ditegur, pria itu turun dan kembali duduk di atas sepeda motor yang dibawanya. Ernawati kemudian melanjutkan perjalanan pulang.

Sekitar 10 menit kemudian, saksi lainnya, Dewi Yusri (40), yang sedang berada di warung miliknya di dekat jembatan, mendengar suara seseorang terjun ke sungai.

“Saat berlari ke atas jembatan, Dewi melihat pria tersebut masih sempat muncul ke permukaan air sambil menggapai-gapai sebelum akhirnya tenggelam dan hanyut terbawa arus Sungai Kampar,” jelas Rully.

Rully menyebut korban diduga sengaja melompat dari atas jembatan.

Dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan saksi yang melihat korban telah berada di atas jembatan beberapa saat sebelum kejadian serta adanya sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi.

“Meski demikian, kami masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas korban dan penyebab pasti peristiwa tersebut,” lanjutnya.

Rully mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui identitas pria tersebut agar segera menghubungi pihak kepolisian guna membantu proses identifikasi.

“Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan dari keluarga, teman terpercaya, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan kesehatan setempat. Dukungan dan penanganan dini dapat membantu melewati masa-masa sulit,” tuturnya. (mcr36/jpnn)


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Rizki Ganda Marito


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Lagi Sama Gegara Amerika Serikat
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Semen Tonasa dan Unhas Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan MoU
• 27 menit laluterkini.id
thumb
Menkomdigi Bantah Isu Sensor Liputan Demonstrasi
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Perhutani: Hampir Seluruh Karhutla Bondowoso-Situbondo Dipicu Ulah Manusia
• 22 jam laluberitajatim.com
thumb
Geger Muncul Virus Langka yang Belum Punya Obatnya, Picu Kekhawatiran
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.