REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Musim kemarau yang melanda Kabupaten Indramayu menyebabkan debit air Bendungan Cipancuh di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, menyusut drastis. Kondisi tersebut dimanfaatkan ratusan warga untuk menangkap ikan dan udang yang terperangkap di genangan air yang tersisa.
Bendungan seluas sekitar 700 hektare itu kini hanya menyisakan sejumlah genangan kecil di bagian dasar. Sejak pagi hingga sore, warga berdatangan membawa serok, jaring, dan berbagai alat tangkap lainnya untuk berburu ikan dan udang.
Baca Juga
Pemkot Semarang Siapkan 900 Ribu Liter Air Bersih Hadapi Kemarau
Kemarau Panjang, Hamparan Pasir Membentang di Sungai Batang Tembesi
Suhu Ekstrem Kemarau Picu Banyak Penyakit, Hati-Hati yang Punya Asma dan Bronkitis
Fenomena yang terjadi setiap musim kemarau itu menjadi berkah bagi sebagian warga. Selain dikonsumsi sendiri, hasil tangkapan juga dijual meski harganya lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Salah seorang warga, Muji mengatakan, kondisi Bendungan Cipancuh yang mengering memang rutin terjadi saat musim kemarau sehingga ikan dan udang menjadi lebih mudah ditangkap. "Saya nyari udang, ikan. Tapi kebanyakan udang," ujar Muji, Senin (3/8/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Muji mengatakan, sebagian besar hasil tangkapannya dikonsumsi bersama keluarga. Menurut dia, hasil tangkapan sulit dijual karena banyak warga juga memperoleh ikan dan udang dari bendungan tersebut.
Ia menjelaskan, jika ada pembeli, harga yang ditawarkan juga jauh lebih rendah. Ikan yang biasanya dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram di pasar hanya dihargai sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram. "Ya karena lagi musim seperti ini," katanya.
Aktivitas warga menangkap ikan di dasar bendungan juga menarik perhatian masyarakat lain yang datang untuk menyaksikan fenomena tersebut.
Salah seorang pengunjung, Yanto (37), mengatakan, dirinya sengaja datang bersama istri dan anaknya untuk melihat kondisi Bendungan Cipancuh yang mengering sekaligus mengabadikan momen tersebut.
"Ya jalan-jalan sore lihat pemandangan waduk yang mengering. Senang juga lihat warga yang menangkap ikan," ujarnya.
Di sisi lain, menyusutnya debit air Bendungan Cipancuh menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan air irigasi. Selama ini, bendungan tersebut menjadi sumber air bagi lahan pertanian di Kecamatan Gantar, Haurgeulis, Kroya, dan Anjatan.