Ribuan warga di Kota Bekasi, Jawa Barat, menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau panjang serta adanya dugaan pencemaran limbah di Kali Bekasi, yang selama ini menjadi sumber air baku utama PDAM.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berkolaborasi dengan pelaksana Proyek Strategis Nasional (PSN) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur 1 untuk turun tangan. Sebanyak 11 armada truk tangki dikerahkan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
Kemarau Panjang, Polda Banten Kerahkan Water Cannon Suplai Air Bersih ke 55 KecamatanPemberangkatan belasan truk tangki tersebut dilakukan terpusat dari area proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bekasi PSN SPAM Jatiluhur 1 yang berlokasi di Jalan Hasibuan, Bekasi Timur.
Bantuan air bersih ini didistribusikan secara khusus ke tiga wilayah yang paling parah terdampak, yakni Kecamatan Medan Satria, Bekasi Utara, dan Bekasi Barat.
Di ketiga wilayah tersebut, warga mengeluhkan distribusi air dari PDAM Tirta Patriot yang mengalami kendala teknis. Banyak pelanggan melaporkan air sama sekali tidak mengalir, sementara sebagian lainnya mendapati air yang keluar berwarna keruh.
Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan hasil sinergi dari berbagai pihak guna memecahkan masalah krisis air yang berulang.
"Insyaallah dengan kolaborasi ini, bisa meringankan beban masyarakat terhadap krisis air bersih di tiga kecamatan tersebut," ujar Ali Imam dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Selasa 4 Agustus 2026.
Ke depan, Pemkot Bekasi memastikan bahwa distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan secara bertahap hingga pasokan dari PDAM kembali normal dan layak guna. Di tengah situasi kemarau ini, pemerintah juga mengimbau seluruh warga untuk lebih bijak dan menghemat penggunaan air bersih sehari-hari.




