Kasus COVID-19 di Tiongkok kembali menunjukkan tren peningkatan. Tingkat hasil tes positif baru-baru ini untuk pertama kalinya melampaui 20%. Sejumlah dokter di daratan Tiongkok menyebut bahwa “COVID-19 kembali merebak.” Bahkan ada dokter yang mengunggah di media sosial bahwa ruang gawat darurat rumah sakit sudah penuh sesak, hingga pasien tidak lagi memiliki tempat untuk berbaring
EtIndonesia.com Berdasarkan data yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC) pada 30 Juli, selama periode 20–26 Juli, tingkat positif tes COVID-19 mencapai 20,3%, naik sekitar 4 poin persentase dibandingkan minggu sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh penyakit menular saluran pernapasan yang dipantau.
Data juga menunjukkan bahwa hanya dalam waktu tiga minggu, tingkat positif COVID-19 di layanan rawat jalan dan instalasi gawat darurat meningkat dari 9,6% menjadi 20,3%, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan minggu epidemiologi ke-27.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa karena pemerintah Tiongkok sering dituduh tidak sepenuhnya terbuka mengenai data wabah, jumlah kasus sebenarnya sulit diketahui secara pasti.
Di media sosial Tiongkok, banyak warganet mengaku kembali terinfeksi COVID-19. Mereka menulis bahwa virus tersebut “sulit dicegah”, dan mengeluhkan bahwa kantor maupun sekolah dipenuhi orang yang jatuh sakit, bahkan ada yang mengatakan seluruh anggota keluarganya ikut terinfeksi.
Pada 31 Juli, seorang dokter dari Provinsi Shandong menulis di Weibo:”IGD rumah sakit sudah penuh sesak, bahkan lantai pun tidak ada tempat lagi untuk berbaring. Pasien COVID-19 atau yang gejalanya ringan diminta pulang. Pasien pneumonia harus menerima infus sambil berdiri atau berjalan. Yang tersisa di IGD semuanya pasien berat. Tidak ada lagi tempat tidur, benar-benar sudah habis.”
Pada 1 Agustus, akun “Medsci (梅斯醫學)” di platform NetEase mengutip seorang dokter dari Provinsi Liaoning yang mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi lonjakan bersamaan kasus COVID-19, influenza A, dan influenza B, sehingga penggunaan obat antivirus meningkat tajam.
Ledakan Besar di Jalan Tol Shandong, Bola Api Menelan Deretan Kendaraan, Pemerintah Hanya Melaporkan Satu Korban LukaPada 1 Agustus, terjadi ledakan besar di sebuah ruas jalan tol di Kota Yucheng, Dezhou, Provinsi Shandong. Video kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas di internet Tiongkok, namun tidak lama kemudian rekaman-rekaman tersebut dilaporkan telah dihapus dari berbagai platform daring di Tiongkok.
Video yang kemudian beredar di luar negeri memperlihatkan sebuah truk di tengah antrean kendaraan tiba-tiba meledak. Kobaran api besar langsung membumbung tinggi ke udara, sementara gelombang kejut ledakan begitu kuat hingga membuat telepon genggam seorang saksi mata terlepas dari tangannya. Lokasi kejadian tampak porak-poranda, dan kendaraan di sekitarnya ikut dilalap api.
Menurut keterangan warga desa di sekitar lokasi, kecelakaan bermula dari tabrakan antara dua kendaraan, kemudian tabung gas yang dibawa salah satu truk meledak.
Rekaman di lokasi menunjukkan bahwa ledakan tersebut sangat besar, sementara saat kejadian terdapat banyak kendaraan lain di sekitar lokasi.
Namun, pemerintah daerah menyatakan bahwa insiden tersebut telah segera ditangani dan hanya menyebabkan satu orang terluka tanpa korban jiwa.
Pernyataan resmi itu segera memicu keraguan dari sejumlah warganet di luar negeri. Banyak yang berkomentar: “Dengan ledakan sebesar itu, kalau hanya satu orang yang terluka, sulit dipercaya.”





