Hadiri Peluncuran Program Nadi JKN, Raffi Ahmad: Semua Kalangan Harus Sehat

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Peluncuran program Nadi JKN merupakan bentuk keseriusan BPJS dalam menghadirkan layanan kesehatan

Hadiri Peluncuran Program Nadi JKN, Raffi Ahmad: Semua Kalangan Harus Sehat

IDXChannel - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad turut hadir serta memberikan sambutan dalam acara peluncuran program Nadi JKN (Menabung Demi Iuran JKN Nadi JKN) di kantor pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya, Raffi turut menyelipkan kelakar. Awalnya, Raffi menyampaikan apresiasi atas peluncuran program Nadi JKN. Adapun, program ini untuk memudahkan peserta BPJS Kesehatan mempersiapkan pembayaran iuran secara lebih ringan dan terencana.

Baca Juga:
BPJS Kesehatan Kantongi Pendapatan Iuran JKN Rp176,11 Triliun di 2026

"Pertama-tama izinkan saya memberikan apresiasi yang paling meriah, yang paling luar biasa dari hati saya yang paling dalam atas peluncuran program Menabung Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Nadi JKN," kata Raffi.

Di sela-sela sambutannya, Raffi pun mengingat jargon milik Aldi Taher mengenai 'Semua Milik Allah'. Hal tersebut lantas mengundang tawa para tamu undangan yang hadir dalam peluncuran program tersebut.

Baca Juga:
BPJS Kesehatan Sebut JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 13 Juta Tenaga Kerja

"Sampai saya ingat Aldi Taher. Aldi Taher, sampai ibunya sembuh karena Aldi Taher bilang "Semua kesehatan milik Allah, BPJS milik Allah Subhanahu wa Ta'ala"," katanya.

Baca Juga:
54 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Luncurkan Program Cicil Iuran JKN Harian

Raffi menyampaikan peluncuran program Nadi JKN merupakan bentuk keseriusan BPJS dalam menghadirkan layanan kesehatan. Melalui program ini, peserta dapat menabung sedikit demi sedikit setiap hari hingga mencukupi pembayaran iuran bulanan.

"Jadi teman-teman dari berbagai macam, salam juga untuk teman-teman dari Gojek, dari Grab, teman-teman semuanya, dari berbagai macam kalangan, semua kalangan harus sehat, tidak memandang apa pun pekerjaannya, apa pun profesinya, siapa pun ini bisa mencicil iuran ini dengan baik dan terencana," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkap sebayak 54 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus tidak aktif. Padahal bila peserta yang tidak aktif tersebut kembali membayar iuran, BPJS Kesehatan akan memperoleh tambahan dana sekitar Rp2 triliun setiap bulan.

"BPJS sekarang anggotanya sudah 285 juta jiwa, tetapi sayangnya sebesar 54 juta masih belum aktif atau tidak aktif, dan ini kalau kita bayangkan, yang 54 juta ini membayar, kita mendapatkan dana 2 triliun tiap bulan untuk mereka yang tidak aktif," kata Prihati.

Lebih lanjut, Prihati menjelaskan, program Nadi JKN dirancang untuk membantu masyarakat yang memiliki penghasilan harian, seperti pengemudi ojek online.

"Ini menjadi peran atau kesempatan kita untuk bisa membantu teman-teman ojol ini bagaimana membayar iuran dengan cara mencicil, menabung," katanya.

Adapun program Nadi JKN ini dikembangkan dalam dua skema layanan, yaitu digital-kolektif dan konvensional-perorangan, sehingga dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan karakteristik yang berbeda.

Pada skema digital-kolektif, peserta mendaftar melalui platform mitra seperti aplikasi digital dan ekosistem komunitas yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Peserta kemudian menabung secara berkala, misalnya harian atau mingguan, melalui fitur yang disediakan mitra.

Ketika dana yang terkumpul telah mencukupi, mitra akan membayarkan iuran JKN peserta melalui virtual account yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Saat ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk dengan target peserta yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Selanjutnya pada skema konvensional-perorangan, peserta dapat menabung melalui koperasi, BUMDes, atau lembaga masyarakat yang menjadi mitra Program NADI JKN.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eri Cahyadi Minta Mal di Surabaya Tak Pasang Pagar Terlalu Tinggi
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Ditutup Merah dan Net Sell Rp 707,6 M, Asing Lego Saham TPIA, AMMN, BMRI
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Terbitkan 6 SP3, Ada Kasus Tersangka Meninggal hingga Menang Praperadilan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Kasih Bukti "Isi Dompet" Warga RI Terjaga
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Langsung dari Stadion Pakansari, Aparat Disiagakan Jelang Indonesia vs Vietnam | SAPA MALAM
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.