Lengser Bukan Akhir, Jokowi Ingin Buktikan Masih Sakti

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Adi Prayitno menilai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ingin membuktikan bahwa dirinya masih memiliki “kesaktian” politik meski telah lengser pada 2024.

Menurut Adi, pembuktian itu dilakukan dengan mendukung penuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar bisa memenangkan Pemilu 2029. Dukungan Jokowi disebut sebagai bentuk pertaruhan politik luar biasa.

Baca Juga: Jokowi Deklarasi PSI: Ambisi Kembali Berkuasa di 2029

"Jadi ketika Jokowi menegaskan secara terbuka akan maksimal dan akan total membesarkan PSI, ini adalah semacam pertaruhan politik. Bahkan bahasa ekstremnya, ini adalah perjudian politik yang cukup luar biasa," ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (4/8).

Adi menambahkan, Jokowi ingin menunjukkan kepada publik bahwa dirinya tetap berpengaruh meski tidak lagi menjabat sebagai presiden. Salah satu ukuran kesaktian itu adalah keberhasilan PSI menembus parlemen.

"Kalau 2029 PSI lolos ke parlemen untuk yang pertama kalinya, pastilah Jokowi akan diapresiasi 'ini adalah sebagai orang yang memang sakti mandraguna'," jelasnya.

Begitu pula sebaliknya, jika PSI gagal lolos ke parlemen di Pemilu 2029, maka Jokowi akan dianggap bukan siapa-siapa tanpa jabatan presiden dan tanpa PDIP.

Sebelumnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026), Jokowi menegaskan keyakinannya bahwa PSI punya peluang besar menembus DPR RI pada Pemilu 2029.

Dalam pidatonya, Jokowi menekankan bahwa target PSI bukan sekadar lolos ke Senayan, melainkan meraih kemenangan besar di 2029. 

"Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi, dikutip Senin (3/8).

Meski tidak merinci sasaran besar yang dimaksud, Jokowi menyebut kalkulasi politik PSI dan antusiasme kader di berbagai daerah sebagai modal kuat. Ia menilai membludaknya peserta Rakorda di Kupang menjadi bukti dukungan nyata.

Baca Juga: Dua Kekuatan Besar Jokowi 'Hilang', PSI Jadi Satu-satunya Kartu Terakhir?

"Kalau soal masuk Senayan, saya tidak mendahului dan tidak sombong. Tetapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi. Masuk," jelas Jokowi.

"Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan?" sambungnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-siap! Polresta Beri Sinyal Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pungli Perizinan di Pemkab Gowa
• 20 jam laluterkini.id
thumb
KSSK Pede Ekonomi RI Berpeluang Tumbuh 6% Tahun Ini Meski AS-Iran Memanas
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sambut PM Anutin di Istana, Prabowo Teken Sederet Kesepakatan Strategis dengan Tailan
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Bantul Akhirnya Punya Bioskop, Harga Tiketnya Rp10.000 sampai Rp15.000
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
BEI Tambah Tato P bagi Emiten Kurang Free Float 4 Notasi Dihapus, Apa Dampakya?
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.