JAKARTA, KOMPAS.TV – Pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, menyebut, pengantar jenazah Sutrimo menanyakan kepastian apakah Sutrimo sudah meninggal saat tiba di rumah sakit tersebut.
Tim Legal Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, menyebut pasien atas nama Sutrimo tersebut tiba sekitar pukul 09.00 WIB.
Ia memastikan Sutrimo, sudah meninggal saat sejumlah orang membawanya ke rumah sakit tersebut pada 23 Juli 2026 lalu.
“Berdasarkan pemeriksaan oleh tim medis kami bahwa pasien sudah dinyatakan meninggal dunia. Jadi sebelum sampai di rumah sakit pasien sudah meninggal, atau dead on arrival,” kata Ahmad pada jurnalis Kompas TV, Dipo Nurbahagia.
Baca Juga: Dua Hari Sebelum Tewas, Sutrimo Eks Pegawai Jampidsus Datangi Ketua RT: Saya Lihat Dia Pucat | DIPO
Dalam Program Dipo Investigasi, jurnalis Kompas TV, Dipo Nurbahagia mendatangi UGD Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring seelah mendapatkan izin dari pihak rumah sakit.
Di sisi kanan atas pintu masuk UGD tersebut terdapat satu kamera pemantau atau CCTV yang merekam saat sejumlah orang membawa Sutrimo masuk.
Berdasarkan rekaman tersebut, Sutrimo terlihat dibawa menggunakan brankar. Tubuhnya diselimuti kain berwarna biru dengan moti kembang di bagian tengah.
Kepada Dipo, Ahmad membenarkan bahwa ambulans yang membawa Sutrimo ke rumah sakit bukan milik Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.
Saat itu, kata Ahmad, ada sekitar empat orang yang mengantarkan Sutrimo ke rumah sakit.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- rs muhammadiyah taman puring
- sutrimo
- pegawai eks jampidsus
- kematian sutrimo





