Warga Pasuruan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, 2 Anggota Polsek Beji Diperiksa Propam

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Warga Pasuruan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, 2 Anggota Polsek Beji Diperiksa PropamNasional | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16Dengarkan Berita

PASURUAN, iNews.id - Seorang warga tewas diduga dianiaya oknum polisi saat diamankan terkait laporan aktivitas judi online di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Terkait kejadian ini, dua anggota Polsek Beji yang berada di lokasi kejadian kini diperiksa Propam Polres Pasuruan.

Korban bernama Widi Nurcahyono, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dia meninggal dunia setelah diamankan petugas pada Senin (3/8/2026) sore.

Keluarga menduga Widi mengalami kekerasan ketika petugas menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas judi online di tempatnya bekerja. Sejumlah luka terlihat pada tubuh korban, tetapi penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan.

Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk mengusut rangkaian kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap saksi, barang bukti, serta tindakan dua anggota Polsek Beji saat mengamankan korban.

Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno mengatakan, Kapolres Pasuruan telah menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat.

Baca Juga:Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026

“Dari Pak Kapolres mengucapkan belasungkawa dan meminta maaf kepada pihak korban dan masyarakat. Yang jelas dari Polres membentuk tim khusus untuk memeriksa saksi, apabila dari rekan-rekan anggota melakukan kesalahan saat penyelidikan akan ditindak tegas,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Dua anggota Polsek Beji yang diduga terlibat dalam penanganan terhadap Widi diperiksa Propam. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur maupun etik.

Tim khusus juga mendalami kemungkinan unsur pidana dalam kematian korban. Hingga kini, kepolisian belum mengumumkan adanya penetapan tersangka.

Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab kematian Widi. Polisi menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung.

Diketahui, sebelum kejadian Widi sedang bekerja di gerai jasa pembayaran listrik dan PDAM yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dia sedang menunggu pelanggan di depan komputer ketika didatangi petugas setelah menerima informasi yang menduga Widi sedang bermain judol.

Baca Juga:Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa

Menurut keluarga, Widi sempat membantah tuduhan tersebut. Tak lama berselang korban dibawa ke puskesmas, tetapi dinyatakan meninggal dunia ketika tiba di fasilitas kesehatan.

Keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Mereka meminta anggota yang terbukti melakukan kekerasan atau melanggar prosedur dijatuhi sanksi pidana maupun etik sesuai aturan.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mayat Tak Utuh di Depok Dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk Identifikasi
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Badai PHK Memukul Industri Garmen di Cimahi, Apa Pemicunya?
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Sebanyak 73 Santri dan Pengasuh Ponpes Lolos Beasiswa Pemprov Jawa Tengah 2026
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Raih 15 Medali, Peringkat Empat di Kejuaraan MMA Asia
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.