Bahlil Buka Relaksasi RKAB Tambang dengan Hati-hati, Ternyata Ini Efeknya

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut relaksasi produksi mineral dan batu bara (Minerba) dalam RKAB 2026 dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian demi menjaga harga keekonomian komoditas di pasar global.

Selain itu, mekanisme ini juga penting demi menjaga keberlangsungan umur tambang nasional agar sumber daya dan cadangan yang terkandung dapat dikelola hingga generasi berikutnya.

"Ada generasi kita berikutnya. Kalau hari ini kita melakukan dengan penuh tidak kehati-hatian, itu dampaknya adalah satu, harga bisa terkoreksi di bawah. Yang kedua, harusnya tambang kita bisa jual dengan harga yang baik dengan waktu yang panjang," terang Bahlil saat menyambangi press room Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Terkait pengaturan harga, Bahlil menjelaskan bahwa sejak pemerintah melakukan pemangkasan produksi pada 2026 untuk batu bara dari 790 juta ton menjadi 600 juta ton dan nikel dari 379 juta ton menjadi sekitar 260-270 juta ton, harga membaik.

Namun, harga kembali terkoreksi ketika muncul informasi yang menyebut pemerintah bakal melakukan revisi terkait rencana produksi.

"Contoh, waktu bulan puasa kemarin, RKAB kan enggak kita buka. Ada satu informasi yang enggak tahu sumbernya dari mana, katanya kita mau buka. Harga anjlok kan," jabarnya.

Indonesia, dengan sumber daya dan cadangan mineralnya, memang menjadi kekuatan besar global dan sangat memengaruhi perputaran supply dan demand pasar.

Batu bara saja, misalnya, total perdagangan global berada di kisaran 1,3 miliar ton per tahun. Dari jumlah tersebut, 43% berasal dari Tanah Air.

Oleh sebab itu, strategi pengetatan produksi penting agar harga komoditas nasional tidak anjlok.

Meski begitu, seiring dengan waktu, perjalanan pengetatan produksi ini bak pisau bermata dua. Di sisi lain, hal itu seperti dikatakan Bahlil dapat memengaruhi harga, namun di sisi lain kebijakan ini juga menimbulkan kontradiksi terhadap kebutuhan energi nasional dan hilirisasi.

Terkait hal ini, Bahlil menerangkan bahwa pemerintah membuka relaksasi produksi Minerba. Namun, ia menegaskan hal itu akan diprioritaskan bagi perusahaan yang memiliki andil sumbangan besar kepada negara.

"Jadi menyangkut RKAB, kita tetap membuka, kita melakukan relaksasi yang terukur ... (Jadi ada perubahan volume?) Ada. Kalau itu saya jawab ada. Tapi jangan tanya saya berapa perubahannya. Karena begitu saya sampaikan, keluar di media, harga bisa gejolak lagi," sambungnya.

Baca Juga: Tanggapi Wacana Relaksasi Kuota RKAB, Ini Kata Bos Vale Indonesia

Baca Juga: Bahlil Ancam Tinjau RKAB Perusahaan Tambang yang Tak Pakai B50

Di sisi lain, Bahlil mengakui bahwa beberapa perusahaan melontarkan pertanyaan mengapa pemangkasan RKAB tidak dijalankan secara merata.

"Banyak juga bilang sama saya 'lho Pak, kan ada beberapa perusahaan besar itu kok enggak dipotong?'. Gimana, bayar royaltinya 19%. Aku harus memprioritaskan yang royalti bayar gede dong," ujarnya.

"Mana lebih bagus, kamu ada punya perusahaan 10 nih, ada tiga perusahaan yang bayar royaltinya 19%, ada tujuh perusahaan yang bayar royaltinya taruhlah contoh 11%. Kamu prioritaskan yang mana? ... Itu aja logiknya," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transjakarta Beri Penjelasan soal Alasan Petugas Menurunkan Penumpang dari Bus yang Diduga karena Bau Badan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Link Live Streaming Persebaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026, Kick-off 19.30 WIB
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Investasi PBT Senilai 350 Juta Dolar AS di KEK Batang Diproyeksikan Serap Ribuan Tenaga Kerja
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Polrestabes Medan Selidiki Motif Mantan Istri Polisi Bunuh Diri Pakai Pistol
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pelestarian Genrang Bajo: Upaya Strategis Mempertahankan Warisan Budaya Maritim Bone
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.