jpnn.com - JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Al Habsy menyatakan bahwa narkoba merupakan musuh bersama, dan harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan I Kalimantan Selatan (Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungau Utara, Balangan, Tabalong, dan Kota Banjarbaru), itu menegaskan bahwa narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang tidak boleh diberikan ruang sedikit pun.
BACA JUGA: Habib Aboe: Kota Bogor Memiliki Potensi Luar Biasa sebagai Pelopor Halal Gastronomy Diplomacy
Habib Aboe menyampaikan itu saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.
Dia memberi apresiasi tinggi kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel, atas keberhasilan mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi hingga internasional, serta memusnahkan barang bukti dalam jumlah besar.
BACA JUGA: Habib Aboe Dorong Surabaya Memperkuat Sister City dengan Guangzhou, Busan dan Kitakyushu
Menurut dia, keberhasilan itu merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam melindungi masyarakat, sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Saya selaku mitra kerja, atas nama anggota Komisi III DPR RI, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga saya atas capaian luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan,” kata Habib Aboe.
BACA JUGA: Kunker BKSAP Ke Kota Malang, Habib Aboe Dorong Diplomasi Akademik & Ekonomi Kreatif
Dia menyatakan bahwa pengungkapan kasus dan pemusnahan barang bukti itu bukan sekadar rutinitas penegakan hukum. Namun, dia menegaskan hal itu menjadi bukti nyata keseriusan aparat memerangi peredaran gelap narkotika.
“Ditresnarkoba Polda Kalsel telah membuktikan kerja kerasnya dalam membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi hingga internasional. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi,” ungkap Habib Aboe.
Dalam kesempatan itu, Habib Aboe mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan mencapai 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi, berasal dari 26 laporan polisi dengan 39 tersangka yang diamankan.
Keberhasilan tersebut juga diperkirakan telah menyelamatkan 863.033 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba, serta menghemat potensi biaya rehabilitasi hingga Rp 4,3 triliun, dengan nilai barang bukti mencapai sekitar Rp 311 miliar.
Habib Aboe mengingatkan bahwa ancaman narkoba tidak hanya menyasar individu, tetapi juga masa depan bangsa.
“Kita harus sadar betul bahwa narkoba adalah musuh bersama dan ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), itu.
Dampaknya, dia melanjutkan, tidak hanya merusak fisik dan mental individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda, meretakkan hubungan keluarga, serta mengancam ketahanan nasional dan stabilitas ekonomi.
"Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa kita beri ruang sedikit pun,” ungkapnya.
Lebih lanjut Habib Aboe menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar perang melawan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan.
Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Al Habsy menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika yang digelar Polda Kalimantan Selatan. Foto: Source for JPNN.
Menurut Habib Aboe, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh lapisan masyarakat merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini.
“Keberhasilan Ditresnarkoba Polda Kalsel hari ini harus terus kita jaga dan tingkatkan," tegasnya.
Menutup sambutannya, Habib Aboe kembali menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polda Kalsel atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan masyarakat.
“Selamat dan terima kasih kepada Polda Kalimantan Selatan beserta seluruh jajaran atas dedikasi tanpa lelah demi menjaga Banua kita tercinta tetap aman dan bersih dari narkoba. Maju terus Polda Kalsel, tetap semangat jaga benteng pertahanan bangsa,” kata Habib Aboe Bakar Al Habsy. (boy/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




