Dubai: Kepolisian Dubai membongkar 103 akun media sosial palsu pada kuartal kedua 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberantasan penipuan daring (online scam) dan meningkatkan perlindungan terhadap kejahatan siber di Uni Emirat Arab.
Data tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi triwulanan Departemen Umum Investigasi Kriminal yang membahas tren kejahatan, kinerja operasional, serta strategi menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang.
Berdasarkan keterangan di situs resmi Kepolisian Dubai, rapat dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Dubai Bidang Urusan Kriminal Mayor Jenderal Hareb Al Shamsi.
Menurut Al Shamsi, penanganan modus online scam yang semakin canggih membutuhkan kerja sama antara aparat penegak hukum, lembaga pemerintah, dan masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di dunia maya, tidak membagikan informasi pribadi maupun data perbankan kepada individu atau platform yang tidak terverifikasi, serta segera melaporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang," ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, Agustus 2026. Tingkatkan Deteksi Dini Penipuan Dalam pertemuan tersebut, para pejabat juga mengevaluasi berbagai kasus yang ditangani Pusat Antipenipuan (Anti-Fraud Centre), termasuk metode yang digunakan pelaku kejahatan siber untuk memperdaya korban.
Selain itu, dibahas pula langkah-langkah memperkuat sistem deteksi dini terhadap penipuan serta meningkatkan kemampuan aparat dalam merespons kejahatan siber.
Evaluasi juga mencakup kinerja unit-unit investigasi khusus yang menangani berbagai tindak kriminal.
Kepolisian Dubai menyatakan akan terus memperluas pendekatan proactive policing, meningkatkan kesiapan operasional, dan memperkuat langkah-langkah pencegahan agar tindak kejahatan dapat dicegah sebelum terjadi.
Menurut data Kepolisian Dubai, angka kriminalitas pada semester pertama 2026 mengalami penurunan di sejumlah indikator. Otoritas setempat menilai capaian tersebut merupakan hasil dari operasi penegakan hukum yang berkelanjutan serta berbagai program pencegahan kejahatan.
Baca juga: PM Anutin Dorong Indonesia-Thailand Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Online Scam




