dr. Timothy berhasil meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai 'Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak.'
IDXChannel—Selama ini paspor Indonesia dianggap memiliki akses terbatas untuk bepergian ke luar negeri. Namun, hal itu dibantah dan dibuktikan langsung oleh dr. Timothy Astandu. Dokter ini mengaku berhasil mengunjungi 197 negara dan wilayah yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggunakan paspor Indonesia.
Bahkan dr. Timothy berhasil meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak”. Adapun Brasil menjadi negara terakhir yang ia kunjungi pada Mei 2026 lalu untuk melengkapi misinya menjelajahi seluruh negara berdaulat di dunia.
Menurut dr. Timothy, pengalaman tersebut membuktikan bahwa paspor Indonesia tidak bisa begitu saja dianggap lemah.
“Pencapaian saya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah. Kalau tujuannya adalah ke negara-negara maju, memang benar pemegang paspor Indonesia lebih sulit. Tapi paspor Indonesia bisa digunakan untuk mengunjungi semua negara. Itu blessing in disguise. Tidak ada negara yang secara khusus memblokir Indonesia,” ujar dr. Timothy dikutip pada Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu alasan historis yang membuat hal tersebut memungkinkan adalah posisi Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif melalui Gerakan Non-Blok. Menurutnya, karena Indonesia tidak berpihak pada blok politik tertentu, paspor Indonesia tetap memiliki akses diplomatik ke berbagai negara.
Termasuk wilayah yang sering dianggap sulit dikunjungi seperti Korea Utara, Afghanistan, Rusia, hingga Suriah. Adapun keberhasilannya menjelajahi 197 negara juga mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 16 Juli 2026 lalu.
Meski aktif bepergian ke berbagai negara, dr. Timothy mengaku tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan. Ia menyiasati bepergian di akhir pekan maupun libur panjang agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan.
“Mulai dari mencuri waktu di akhir pekan atau libur panjang, hingga terbang di Jumat malam dan pulang kembali di Minggu sore agar langsung dapat bekerja di Senin pagi. Namun, saya sangat menikmati dan mensyukurinya,” ujarnya.
Setelah menuntaskan perjalanan ke seluruh negara berdaulat, dr. Timothy kini memiliki target baru. Ia ingin mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia dan menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 maskapai penerbangan berbeda di dunia.
Saat ini, ia mengaku masih harus mengunjungi enam provinsi di Indonesia, terutama di wilayah Papua, dan menaiki delapan maskapai lagi untuk mewujudkan target tersebut.
(Nadya Kurnia)





