Probolinggo (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Selasa (4/8/2026) sore belum berhasil dipadamkan. Api dilaporkan terus merembet ke arah timur dan telah memasuki wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, saat diwawancarai pada Selasa sore mengatakan, personel BPBD bersama sejumlah instansi masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
“Berdasarkan laporan lapangan BPBD Kabupaten Probolinggo, upaya pemadaman dilakukan sejak pukul 13.02 WIB di kawasan wisata Bromo, tepatnya di antara Blok Bantengan hingga Pusung Jantur. Api diketahui mulai memasuki wilayah Desa Sariwani sekitar pukul 08.20 WIB,” tuturnya.
Hingga Selasa pagi, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 7,9 hektare. Petugas menyebut kondisi api masih aktif dan terus merambat ke arah timur sehingga proses pemadaman dan pengendalian menjadi prioritas.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bekerja bersama berbagai unsur, di antaranya TRC BPBD Jawa Timur, Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, Perhutani, Satpol PP, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.
“Petugas di lapangan menggunakan peralatan manual berupa kepyok dan backpack sprayer untuk menghambat penyebaran api di medan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.” imbuhnya.
Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga terus melakukan pemetaan area terdampak bersama pihak TNBTS, Polsek, Koramil, dan BPBD guna mengetahui perkembangan luasan kebakaran serta menentukan strategi penanganan selanjutnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan operasi pemadaman akan terus dilakukan hingga api benar-benar dapat dikendalikan guna mencegah kebakaran meluas ke kawasan konservasi maupun area wisata Bromo. [rap/suf]




