JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak di seluruh lini kehidupan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa penyediaan ruang aman dan nyaman merupakan hal fundamental dalam pembangunan manusia
"Jangan boleh ada kekerasan terhadap anak, karena kekerasan itu punya dampak yang luar biasa, bukan hanya secara fisik, secara psikis, secara kognitif," kata Pratikno, dalam konferensi seusai acara Media Gathering: Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Polisi Dalami Aduan soal Bigmo Ajak Anak Promosi Vape, Berpeluang Naik Penyidikan
Praktikno menjelaskan kekerasan akan melahirkan trauma dan melahirkan kekerasan baru nanti ke depannya. Oleh karena itu, pemerintah tegaskan Gernas Rana harus menjamin ruang aman dan nyaman untuk anak.
"Aman dan nyaman di keluarga, aman dan nyaman di satuan pendidikan, aman dan nyaman di ruang publik, dan aman dan nyaman di ruang digital," ujarnya.
Mendukung upaya tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan langkah konkret yang telah diambil kementeriannya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
"Dalam rangka menindaklanjuti PP Tunas dan juga arahan Bapak Presiden tentang membangun budaya ASRI, Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman," ujar Mu'ti.
Baca juga: Anggota DPR Tegaskan Anak Tidak Boleh Dijadikan Objek Promosi Produk Adiktif
Abdul Mu'ti menambahkan bahwa regulasi tersebut juga didukung dengan pembatasan gawai serta penerapan pendekatan yang menyeluruh.
"Kemudian kami juga sudah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen tentang pembatasan penggunaan gawai bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun," tuturnya.
Kegiatan tersebut mengundang sejumlah pimpinan redaksi media nasional. Sejumlah menteri yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menko PMK Pratikno, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choirizi Fatul, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




