Kota Kediri Jadi Rujukan Kerukunan Umat Beragama, Mbak Wali Terima Kunjungan FKUB Kota Banjarmasin

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita
Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Kota Kediri kembali menjadi rujukan dalam pengelolaan kerukunan umat beragama. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati didampingi Wakil Wali Kota Qowimuddin menerima kunjungan Pengembangan Wawasan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarmasin di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun serta menjaga toleransi antarumat beragama. Rombongan Kota Banjarmasin dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda selaku Ketua Dewan Penasihat FKUB Kota Banjarmasin, didampingi pengurus FKUB, sekretariat FKUB, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan.

“Suatu kehormatan bagi kami bisa bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Bapak Ibu sekalian yang datang jauh-jauh dari Kota Banjarmasin. Semoga apa yang didiskusikan hari ini dapat bermanfaat bagi Bapak Ibu serta dapat diaplikasikan di daerah masing-masing sesuai dengan karakteristiknya,” ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Dalam paparannya, Mbak Wali menjelaskan Kota Kediri memiliki luas wilayah 67,2 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada 2025 sebanyak 301.815 jiwa dan tingkat kepadatan mencapai 4.483 jiwa per kilometer persegi. Secara administratif, Kota Kediri terbagi menjadi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren.

Mbak Wali mengungkapkan, semangat menjaga toleransi di Kota Kediri telah tumbuh jauh sebelum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibentuk secara resmi. Pada 8 Juli 1998 telah berdiri Paguyuban Antar Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan (PAUB-PK) yang menghimpun sembilan unsur keyakinan.

Tak lama setelah peristiwa Mei 1998, PAUB-PK menggelar doa bersama lintas agama sebagai simbol menjaga kerukunan. Selanjutnya, pada tahun 2000, organisasi tersebut dilembagakan menjadi FKUB dengan melibatkan enam majelis agama resmi beserta unsur penghayat kepercayaan.

Pemerintah Kota Kediri juga memperkuat komitmen tersebut melalui Peraturan Wali Kota Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kerukunan Umat Beragama, serta Keputusan Wali Kota tentang kepengurusan FKUB Kota Kediri.

“Ke depan kami akan memperbaiki aturan-aturan yang memperkuat terkait kerukunan umat beragama. Meskipun aturan kita sedikit namun di Kota Kediri minim terjadi diskriminasi. Di sini cenderung tidak ada konflik,” paparnya.

Upaya tersebut berdampak pada meningkatnya Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri. Pada 2021 indeks tercatat sebesar 3,970 dan meningkat menjadi 4,560 pada 2025. Kota Kediri juga konsisten masuk dalam 10 besar Kota Toleran di Indonesia selama lima tahun berturut-turut.

Menurut Mbak Wali, capaian tersebut diraih melalui komunikasi yang terbuka, kepemimpinan yang hadir, kolaborasi lintas organisasi, serta penyelesaian konflik secara kekeluargaan. Pendidikan toleransi juga ditanamkan sejak dini melalui sekolah moderasi beragama di SMPN 1 dan SMPN 4 Kota Kediri yang menyediakan berbagai fasilitas tempat ibadah bagi peserta didik.

“Sejak dini di Kota Kediri sudah diajarkan toleransi. Hal ini dibuktikan dengan adanya sekolah moderasi beragama di SMPN 1 dan SMPN 4. Di sekolah tersebut memiliki berbagai macam tempat ibadah dan dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Mbak Wali menambahkan, sinergi antara Pemerintah Kota Kediri, Forkopimda, dan FKUB terus diperkuat agar tidak ada ruang bagi tindakan yang dapat merusak kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan jajaran samping. Kami memastikan bahwa pelayanan di Kota Kediri tidak diskriminatif dan harus bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Kediri. Saya harap forum ini dapat bermanfaat karena setiap daerah punya karakteristik dalam menjaga kerukunan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda mengatakan kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan FKUB sekaligus memperluas wawasan mengenai praktik menjaga kerukunan antarumat beragama.

Ia mengungkapkan Kota Banjarmasin yang tahun ini memasuki usia 500 tahun berencana membangun Kampung Toleransi sebagai hadiah bagi masyarakat. Karena itu, pihaknya ingin belajar dari pengalaman Kota Kediri yang dinilai berhasil menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Kami percaya persatuan dan kesatuan menjadi modal utama pembangunan. Makanya kami ke sini untuk belajar kepada Kota Kediri. Suatu kehormatan juga bagi kami langsung diterima oleh Mbak Wali dan Gus Wakil Wali Kota,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Bakesbangpol Syamsul Bahri, Ketua FKUB Kota Kediri Moh. Salim, jajaran pengurus FKUB, kepala OPD terkait, camat, perwakilan lurah, serta tamu undangan lainnya. [nm/ian]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Bongkar Sindikat Rampok Berkedok Grindr di Medan, 2 Pelaku Ditangkap
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ekspedisi Merah Putih Perkuat Polsek Terluar di Pelalawan, Bawa 1.000 Mangrove
• 7 jam laludetik.com
thumb
Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Trump Marah dan Beri Ultimatum
• 22 jam laludetik.com
thumb
Datangkan Gonzalo Garcia dari Madrid, Fulham Perkuat Lini Depan
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Galaxy Tab S12 Ultra mejeng di Geekbench, hadir dengan Dimensity 9500
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.