Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026 diperkirakan tetap tumbuh kuat di tengah tantangan ekonomi global. Optimisme tersebut didukung sejumlah indikator, mulai dari peningkatan penjualan kendaraan bermotor, konsumsi bahan bakar minyak (BBM), hingga konsumsi listrik.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menjadi pembicara dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Menurutnya, penjualan kendaraan bermotor menjadi salah satu indikator yang mencerminkan daya beli masyarakat masih terjaga.
"Indikator konsumsi dan mobilitas seperti penjualan kendaraan bermotor tetap tumbuh dan mencerminkan daya beli yang terjaga. Penjualan mobil terus menunjukkan tren positif dengan keyakinan masyarakat yang membaik dan daya beli yang terjaga," ujar Purbaya dalam tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
"Mobilitas ekonomi dan bisnis yang tercermin pada penjualan BBM, baik untuk transportasi maupun industri, konsisten ekspansif. Ini memberikan optimisme terhadap kegiatan ekonomi, baik untuk kebutuhan konsumtif termasuk yang bersifat leisure maupun untuk aktivitas produksi," katanya.
Ia menambahkan, konsumsi listrik rumah tangga dan industri juga relatif stabil, dengan peningkatan pada konsumsi listrik sektor bisnis. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga.
Purbaya juga menilai kinerja ekonomi didukung oleh peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai shock absorber melalui program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, serta penciptaan lapangan kerja. Langkah tersebut dinilai membantu menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.




