Komnas Perempuan Masih Telaah Laporan Atlet Golf Jesslyn soal Perlakuan Keluarganya

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) masih menelaah laporan yang diajukan atlet sekaligus influencer Jesslyn Wijaya terkait perlakuan keluarganya.

Wakil Kepala Komnas Perempuan Dahlia Madanih mengatakan, pihaknya belum dapat membeberkan substansi laporan tersebut.

“Komnas Perempuan telah menerima pengaduan dan akan ditelaah kasus tersebut dan belum dapat memberikan penyikapan resmi, karena masih berkoordinasi dengan korban dan pendamping,” kata Dahlia saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Jenazah Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Dibawa Pulang dari Purwakarta

Dahlia mengatakan, selain berkoordinasi dengan Jesslyn dan pendampingnya, Komnas Perempuan juga masih menelaah laporan yang disampaikan kekasih Jesslyn, Evan, terkait dugaan penculikan.

“Kami masih menelaah kembali kasusnya (penculikan) ya,” ujar Dahlia.

Sebelumnya diberitakan, kekasih Jesslyn, Evan (37), mengatakan bahwa Jesslyn pernah melaporkan keluarganya ke Komnas Perempuan pada Oktober 2025 lalu.

Evan menceritakan, laporan tersebut didasari tekanan dan pengekangan terhadap Jesslyn selama periode April hingga Oktober 2025 lalu.

"Jadi laporan itu waktu Jesslyn ada di rumah ibunya. Handphone-nya dirampas, laptopnya disita oleh ibunya, sehingga Jesslyn tidak punya alat komunikasi apa pun untuk berhubungan dengan saya ataupun dengan teman-temannya. iPad juga dirampas, kemudian Jesslyn tidak boleh keluar sendiri tanpa didampingi oleh ibunya," jelas Evan di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Selama lebih dari enam bulan, kata Evan, Jesslyn tidak dapat berkomunikasi dengan dirinya maupun teman-temannya.

Baca juga: Berawal dari Ide Dadakan, Bendera Merah Putih 400 Meter di Tangerang Rampung dalam 20 Jam

Kondisi tersebut, lanjut Evan, juga berdampak pada pekerjaan Jesslyn. Ia disebut dipaksa mengembalikan uang dari para kliennya.

"Intinya selama enam bulan lebih di rumah, Jesslyn tidak bisa ngapa-ngapain kecuali baca buku dan nonton TV," ucap Evan.

Evan menyebut tekanan yang dialami Jesslyn membuat kondisi psikologisnya memburuk.

Bahkan, Jesslyn disebut sempat melakukan percobaan bunuh diri sebelum akhirnya memutuskan keluar dari rumah lalu tinggal di apartemen.

"Sehingga dia depresi sekali dan sudah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri karena sudah tidak kuat dengan perlakuan ibunya. Sehingga Jesslyn memutuskan untuk keluar dari rumah dan hidup mandiri (pada Oktober 2025)," ujar Evan.

Sementara itu, penyelidikan dugaan penculikan terhadap Jesslyn yang dilakukan oleh kepolisian akan segera dihentikan karena dinilai tak ada unsur pidana yang ditemukan.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Dua Pencuri Motor di Bekasi

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, Jesslyn ikut keluarganya ke luar negeri atas kesadaran diri sendiri.

“Benar, bukan kasus penculikan. Saat ini yang bersangkutan sedang berada di luar negeri atas kemauannya sendiri. Dan itu disampaikan langsung oleh Jesslyn," ungkap Roby saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (2/8/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Atas konfirmasi itu, penyidik tengah memproses langkah penghentian penyelidikan, dengan melakukan gelar perkara.

"Ke depannya akan dihentikan penyelidikannya setelah gelar perkara," kata Roby.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
62 Penumpang Selamat KMP Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi ke Surabaya
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Soal Kepemilikan Emas 74 Kg dalam Kasus TPPU Febrie, Kejagung: Kita Buktikan di Persidangan
• 12 jam laluokezone.com
thumb
BULOG Dapat Dukungan Finansial dari Pemerintah, Transformasi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan
• 47 menit laludisway.id
thumb
Begini Respons Purbaya soal Isu BI Bakal Masuk Kabinet
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
KM Mutiara Sentosa Terbakar, MTI Dorong Adanya Target Response Time Penyelamatan
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.