Perum Perumnas bersama PT Agung Podomoro Land Tbk resmi memulai kolaborasi strategis untuk menjajaki kerja sama pengembangan Proyek Revitalisasi Rumah Susun Klender, Jakarta Timur.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan dan President Director PT Agung Podomoro Land Tbk Bacelius Ruru.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Perumnas dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas di kawasan perkotaan.
Di tengah semakin terbatasnya ketersediaan lahan di kota-kota besar, revitalisasi kawasan hunian eksisting menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas permukiman sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset negara agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Rumah Susun Klender merupakan salah satu aset strategis Perumnas yang telah menjadi tempat tinggal masyarakat selama puluhan tahun. Berlokasi di kawasan yang terhubung dengan jaringan transportasi massal serta berbagai fasilitas publik, rumah susun ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan hunian berbasis Transit-Oriented Development (TOD).
Melalui revitalisasi tersebut, Perumnas berencana mentransformasi kawasan yang saat ini terdiri atas 78 blok dengan 1.280 unit hunian menjadi 14 menara hunian bertingkat tinggi dengan lebih dari 10.000 unit. Perumnas juga memastikan seluruh penghuni eksisting akan memperoleh unit pengganti sebagai bentuk perlindungan atas hak-hak mereka.
Pengembangan Rumah Susun Klender merupakan kelanjutan dari komitmen Perumnas dalam menghadirkan solusi hunian perkotaan melalui program revitalisasi.
Sebelumnya, Perumnas telah berhasil merevitalisasi Rumah Susun Sukaramai di Medan yang menjadi percontohan transformasi kawasan hunian lama menjadi hunian vertikal yang lebih aman, nyaman, modern, serta memiliki kualitas lingkungan yang lebih baik.
Keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Perumnas untuk mengembangkan model revitalisasi yang menyeimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan kawasan.
Plt. Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan, mengatakan sinergi dengan sektor swasta merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi kawasan perkotaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
"Perumnas berkomitmen melaksanakan seluruh proses revitalisasi secara partisipatif dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif bersama masyarakat penghuni Rumah Susun Klender, didukung oleh sinergi dengan Bappenas dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami meyakini keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari terbangunnya hunian baru, tetapi juga dari sejauh mana revitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujar Imelda.
President Director PT Agung Podomoro Land Tbk, Bacelius Ruru, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam penyediaan hunian layak melalui pengembangan dan revitalisasi kawasan permukiman.
"PT Agung Podomoro Land memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai proyek hunian, termasuk hunian sederhana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang kuat bagi kami untuk berkolaborasi dengan Perumnas dalam mengembangkan proyek revitalisasi Rumah Susun Klender. Kami optimistis sinergi ini dapat menghadirkan konsep pengembangan yang tidak hanya unggul dari sisi perencanaan dan pembangunan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia," ujar Bacelius.
Baca Juga: Komdigi Integrasikan Internet Berkecepatan Tinggi ke Program 3 Juta Rumah
Baca Juga: Pefindo Turunkan Rating PTPP, Perumnas, dan ADCP, Risiko Likuiditas dan Refinancing Meningkat
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Perumnas dan PT Agung Podomoro Land Tbk akan melanjutkan proses penjajakan kerja sama melalui kajian komprehensif terhadap aspek teknis, hukum, finansial, serta model bisnis yang paling optimal. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan revitalisasi Rumah Susun Klender sebagai kawasan hunian vertikal modern yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, sinergi kedua belah pihak diharapkan dapat menghadirkan model revitalisasi kawasan perkotaan yang menjadi acuan bagi pengembangan kawasan serupa di berbagai kota di Indonesia, sekaligus memperkuat dukungan terhadap percepatan Program 3 Juta Rumah.





