Hujan Deras 2 Hari Picu Banjir dan Tanah Longsor Kebun Teh, 5 Tewas

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: (via REUTERS/cnsphoto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Lanka kembali diterjang cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur negara itu selama dua hari terakhir memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terutama kawasan pegunungan penghasil teh.

Bencana tersebut menewaskan lima orang, melukai tiga lainnya, serta memaksa pemerintah menutup sejumlah sekolah pada Selasa (4/8/2026). Juru Bicara Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka, Pradeep Kodippili, mengatakan lima korban tewas tertimbun longsor yang menghantam dua rumah di wilayah tengah negara itu.

"Selain lima korban meninggal, tiga orang mengalami luka-luka dan dua lainnya masih dinyatakan hilang," ujar Kodippili, seperti dikutip Channel News Asia (CNA) melansir AP.


Menurut Kodippili, hujan deras juga menyebabkan banjir yang merusak sedikitnya 129 rumah dan memaksa hampir 2.000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah pun mengerahkan personel Angkatan Laut dan Angkatan Darat untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir serta membantu proses penyelamatan.

Rekaman yang ditayangkan stasiun televisi lokal Hiru TV memperlihatkan aparat bersama warga mengevakuasi penghuni rumah yang terkepung banjir dan menghadapi ancaman aliran lumpur. Siaran tersebut juga menunjukkan sejumlah ruas jalan utama di wilayah tengah tertutup batu besar, material longsor, dan tiang listrik yang tumbang sehingga menghambat arus lalu lintas.

Pusat Manajemen Bencana menyebut curah hujan tinggi telah membanjiri rumah, lahan pertanian, dan jalan raya di berbagai daerah. Wilayah pegunungan di bagian tengah Sri Lanka menjadi kawasan yang mengalami dampak paling parah akibat cuaca ekstrem tersebut.

Bencana kali ini terjadi ketika Sri Lanka masih berupaya memulihkan kerusakan akibat Siklon Ditwa yang melanda pada November tahun lalu. Siklon tersebut menewaskan hampir 640 orang, berdampak pada sekitar dua juta penduduk, serta menimbulkan kerugian sekitar US$4,1 miliar atau setara Rp73,8 triliun.

Provinsi Tengah menjadi wilayah yang paling terdampak oleh siklon tersebut. Hingga kini pemerintah masih berjuang membangun kembali jalan raya, jalur kereta api, dan permukiman yang rusak, sementara ancaman banjir dan tanah longsor kembali memperberat proses pemulihan.

Tanah longsor dan banjir merupakan bencana yang hampir setiap tahun menghantam Sri Lanka saat musim hujan monsun. Curah hujan yang tinggi kerap memicu longsor di kawasan perbukitan serta banjir di dataran rendah, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.


(tfa/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Penampakan China Tenggelam - Argentina Menang 8 Besar Piala Dunia 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laba Toyota Melonjak Hampir 2 Kali Lipat Berkat Pelemahan Yen
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Risiko Shadow AI, Penggunaan AI Perlu Diimbangi Perlindungan Keamanan
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Lautan Luas Gandeng Greenvolt Kembangkan PLTS di Delapan Fasilitas
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ketua Gapoktan Sipakainga’ Klarifikasi Alih Fungsi Gudang Lumbung Pangan Jadi Dapur MBG di Jeneponto
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Rayakan HUT ke-81 RI, Best Western Kamala Jimbaran Hadirkan Promo Merdeka Staycation
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.