BPK RI Tekankan Tranformasi Government 5.0

tvonenews.com
6 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menekankan pentingnya transformasi menuju Government 5.0.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Anggota IV BPK RI, Nyoman Adhi Suryadnyana dalam kegiatan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LK Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KKP) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) Tahun 2025 di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Nyoman Adhi mengatakan tranformasi tersebut penting diterapkan dalam prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan sumber daya kementerian dan lembaga (K/L).

Dia juga menegaskan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk analisis data dan kolaborasi lintas sektor yang berpusat pada masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan.

“Kombinasi keduanya (menjadi) kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pengambilan kebijakan,” ucapnya sebagaimana dalam keterangan resmi pada acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LK Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KKP) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) Tahun 2025 di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, enam tantangan utama menuju Government 5.0 adalah belum meratanya kematangan transformasi digital, fragmentasi data pemerintah, keterbatasan talenta AI, rendahnya integritas tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, serta keamanan siber dan kolaborasi.

Dalam kesempatan tersebut, Nyoman menyampaikan bahwa Pemeriksaan Laporan Keuangan (LK) bukan sekadar instrumen untuk menghasilkan opini, tetapi juga kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan tata kelola keuangan negara dan pembangunan berkelanjutan.

Dia mengapresiasi kepada empat entitas yang meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LK Tahun 2025 dan menekankan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi perbaikan berkelanjutan.

BPK telah menyampaikan rekomendasi strategis untuk mendorong momentum perbaikan sistemik, penguatan pengendalian intern, dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan aset negara, serta kepatuhan yang berkelanjutan.

“(Saya) berharap sinergi antara BPK dengan kementerian/lembaga terus ditingkatkan agar hasil pemeriksaan tidak hanya menjadi instrumen mempertahankan opini yang baik, tetapi juga pendorong terwujudnya good governance, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengelolaan keuangan negara yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkap dia.(ant/raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sokong Pemerataan Akses Pendidikan, Kawendra Tambah Sarana di Ponpes Lumajang
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Ruangan Bekas Simpan 995 Airsoft Gun di Sekolah Swasta Jaksel Akan Dipakai Kegiatan Belajar
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi TKW di Hongkong Kirim Uang Rp 622 Juta Selama Bertahun-tahun dan Diimingi Nikah, Ternyata Ditipu sang Pria
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Daftar 28 Pemain Persija untuk TC di Thailand, Striker Timnas Indonesia dan Winger Thailand Menghilang
• 9 jam lalubola.com
thumb
Perkuat Swasembada Gula, PG Meritjan Kediri Terima Kunjungan Strategis SGN dan Kementan
• 1 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.