Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Tidak Mau Melayani Bapak, Terlalu Angkuh

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meluapkan kekesalannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar di Kota Bandung. Ketegangan terjadi ketika seorang pedagang menolak membongkar tendanya meski telah ditawari uang kompensasi sebesar Rp2 juta.

Dedi pada awalnya melakukan penertiban fasilitas umum yang digunakan sebagai lokasi berjualan. Sidak dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi trotoar agar dapat digunakan oleh pejalan kaki.

Baca Juga: Denny Indrayana: Bagi Prabowo, Gibran Adalah Golden Ticket untuk Kantongi Support Jokowi

Dedi terlihat beberapa kali mencoba berdialog dengan pedagang. Namun, percakapan berubah menjadi adu argumen setelah pedagang tetap bersikeras mempertahankan lapaknya. Puncak ketegangan terjadi ketika ia menilai pedagang tersebut tidak menunjukkan sikap kooperatif meski telah diberikan penjelasan.

"Saya enggak mau melayani bapak, bapak terlalu angkuh," kata Dedi Mulyadi dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, dikutip Rabu (4/8/2026).

Sebelum perdebatan memanas, pedagang menjelaskan bahwa dirinya mulai memanfaatkan trotoar sebagai tempat berdagang sejak pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi ekonomi saat itu memaksanya mencari lokasi usaha yang dianggap dapat menopang kebutuhan keluarga.

Dedi berupaya menawarkan jalan keluar atas hal tersebut. Ia menyatakan kesediaannya memberikan uang kompensasi sebesar Rp2 juta agar pedagang bersedia membongkar tenda yang berdiri di atas trotoar.

Namun, tawaran tersebut tidak langsung diterima. Pedagang tetap menyampaikan keberatan dan menolak membongkar lapaknya. Penolakan itu membuat perdebatan berlangsung cukup sengit di lokasi sidak.

Dedi kemudian menegaskan bahwa trotoar merupakan fasilitas publik yang harus dikembalikan kepada fungsi utamanya. Menurutnya, kepentingan masyarakat luas harus didahulukan dibanding penggunaan trotoar sebagai tempat berjualan.

Setelah dialog tidak menemukan titik temu, petugas melanjutkan proses penertiban sesuai agenda sidak yang telah dijadwalkan.

Baca Juga: Kedubes Iran Balas Pidato Prabowo: Pemimpin Kami Haramkan Senjata Nuklir

Sidak Dedi Mulyadi sendiri menjadi bagian dari upaya penataan kota yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu agenda dari hal tersebut adalah memastikan trotoar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pejalan kaki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rayakan HUT RI di Plaza Ambarrukmo, Ada Diskon 80 Persen hingga Festival Budaya
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Dibocorkan Kuasa Hukum Hera, Erin Wartia Akan Diperiksa atas Kasus Dugaan Penganiayaan pada Kamis 6 Agustus
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Pemerintah Targetkan Pembangunan 35.872 Kopdes Tuntas Bulan Ini
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hakim Berwenang Tentukan Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi, Mengapa Ini Penting?
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Tak Hanya Kantor Imigrasi Jaksel, KPK Geledah Imigrasi Jakpus Terkait Kasus Silmy Karim
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.