HARIAN.FAJAR.CO.ID, GIANYAR – Persija Jakarta harus mengubur mimpi melaju ke final Piala Presiden 2026/2027 setelah kalah 1-2 dari Persib Bandung pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Meski demikian, Pelatih Persija Shin Tae-yong (STY) memberi catatan positif terhadap skuadnya. Dia puas dengan performa pemain pelapis. Akan tetapi, dia kecewa dengan hasil laga.
Salah satu aspek yang menjadi sorotan STY adalah peran vital pemain pengganti yang masuk dari bangku cadangan. Shin Tae-yong kembali menunjukkan efektivitas strategi pergantian pemain yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.
Gol balasan Persija pada menit ke-86 menjadi bukti nyata dari strategi tersebut. Victor Dethan, yang baru dimasukkan pada menit ke-75, memanfaatkan kelelahan lini belakang Persib dengan kecepatannya. Ia berhasil menusuk ke dalam kotak penalti dan mengirimkan umpan matang ke depan gawang yang kemudian diselesaikan oleh Kwon Chang-hoon, pemain asal Korea Selatan yang juga baru masuk beberapa menit sebelumnya.
Penampilan gemilang para pemain pelapis bukanlah hal baru bagi Persija di turnamen ini. Sebelumnya, Victor Dethan, Agi Firmansyah, dan Gustavo Almeida juga mencetak gol setelah masuk sebagai pengganti pada babak kedua saat menghadapi PSMS Medan.
Hal ini menunjukkan bahwa kedalaman skuad Persija mulai terbentuk dengan baik, memberikan pelatih Shin Tae-yong lebih banyak pilihan untuk melakukan perubahan taktis di tengah pertandingan.
Meski begitu, Shin Tae-yong mengaku kecewa dengan hasil yang didapat. Ia menegaskan bahwa target utama tim adalah meraih kemenangan dan melaju ke final.
“Saya mengucapkan selamat kepada Persib. Para pemain dari kedua tim juga sudah bertanding dengan sungguh-sungguh. Namun, terkait hasil pertandingan, sangat disayangkan,” jelas Shin Tae-yong saat konferensi pers usai pertandingan.
“Ekspektasi kami, sejujurnya hari ini kami bertanding dan berusaha untuk menang. Mengenai skor, tentu saya tidak puas,” tambahnya.
Persiapan Menuju Kompetisi Super LeagueKendati demikian, pelatih asal Korea Selatan ini menilai turnamen pramusim ini memberikan banyak pelajaran berharga. Ia kini semakin memahami aspek-aspek yang perlu diperbaiki agar Persija dapat tampil lebih solid di musim baru.
“Kami harus menerimanya dan saya berpikir kami harus berusaha lebih keras lagi agar dapat melangkah lebih jauh ke depan,” pungkas Shin Tae-yong.
Selanjutnya, Persija akan mengalihkan fokus pada pertandingan perebutan peringkat ketiga, yang menjadi kesempatan terakhir untuk menutup kiprah di Piala Presiden 2026/2027 dengan hasil positif sekaligus mematangkan persiapan menuju kompetisi resmi Super League.





