Harga Emas Menguat, Turunnya Harga Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harga emas menguat pada Selasa (4/8/2026), didukung penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Harga Emas Menguat, Turunnya Harga Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas menguat pada Selasa (4/8/2026), didukung penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Pelaku pasar kini menantikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga:
Valuasi Saham Bank Dinilai Menarik, Pasar Menanti Katalis

Harga emas spot naik 0,54 persen menjadi USD4.077,06 per troy ons.

Penguatan emas terjadi setelah harga minyak anjlok lebih dari 5 persen ke level terendah dalam tiga pekan.

Baca Juga:
Wall Street Cetak Rekor, Dow dan S&P 500 Melesat Ditopang Saham AI

Penurunan tersebut dipicu pernyataan pejabat Qatar dan AS yang memunculkan harapan adanya penyelesaian diplomatik terhadap konflik Iran, sehingga berpotensi memperlancar kembali arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan melemahnya harga minyak menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan harga emas.

Baca Juga:
OJK Terima 1.379 Aduan Kasus Penipuan Berbasis AI

"Penurunan harga minyak kemungkinan menjadi salah satu pendorong penguatan emas. Dalam banyak hal, kondisi ini juga memengaruhi prospek suku bunga karena imbal hasil jangka pendek ikut menurun," ujarnya, dikutip Reuters.

Harga energi yang tinggi umumnya memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama untuk menekan inflasi.

Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).

Sebelumnya pada Senin, Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan tetap optimistis tekanan inflasi akan terus mereda secara bertahap.

Namun, jika inflasi tidak menunjukkan perbaikan, bank sentral AS tidak akan ragu kembali menaikkan suku bunga.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September mencapai sekitar 57 persen, setelah bank sentral memutuskan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan terakhir yang diwarnai perbedaan pandangan di antara para pejabatnya.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada serangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini, termasuk laporan tenaga kerja ADP pada Rabu serta data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 2,8 persen menjadi USD59,82 per ons. Sementara itu, platinum dan paladium masing-masing melonjak 7,1 persen menjadi USD1.742,63 dan USD1.354,27 per ons.

Analis independen Ross Norman mengatakan logam kelompok platinum memperoleh dorongan dari potensi meredanya konflik Iran karena sebagai logam industri, permintaannya sangat bergantung pada prospek pemulihan aktivitas industri konvensional. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Edukasi Pemilahan Sampah Mahasiswa Unhas Dorong Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Tiba-Tiba Tagih Realisasi Janji Investasi Hyundai di RI
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 627, Hari Ini Selasa 4 Agustus Juli 2026: Mohan Bongkar Rahasia Matthew dan Catalina, Gizelle Resmi Putus dari Rama
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Makassar Dipilih karena Punya Potensi Besar, PB Djarum Cari Calon Bintang Bulutangkis
• 4 jam laluterkini.id
thumb
3 Wanita WN Malaysia Terciduk Selundupkan Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.