Jakarta: Pendaftar Program Magang Nasional (MagangHub) tahap pertama yang diusung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk menempatkan mahasiswa di berbagai perusahaan melonjak. Angkanya menembus 400 ribu orang.
"Alhamdulillah, magang sekarang berproses. Kita sedang seleksi dan oleh perusahaan. Kita baru buka batch (tahap) pertama 50 ribu orang, tapi antusiasme luar biasa, yang daftar itu lebih dari 400 ribu," ucap Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Makassar, Sulawesi Selatan, dilansir Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
Kemenhut Pertahankan Opini WTP dari BPKSaat ini, perusahaan-perusahaan tengah menyeleksi 50 ribu peserta untuk kuota tahap pertama dari total 150 ribu alokasi peserta magang yang akan disebar di seluruh Indonesia.
"Kita berharap perusahaan bisa mendapatkan kandidat yang sesuai dengan diharapkan, sehingga nanti adik-adik kita peserta magang nanti bisa belajar banyak di perusahaan tersebut," ujar Yassierli.
Yassierli menegaskan tim Kemenaker terus memantau pelaksanaan program ini secara berkala. Pada angkatan kedua mendatang, pengawasan akan dilakukan lebih detail guna memastikan keterkaitan (matching) antara program studi mahasiswa dan bidang perusahaan tempat magang.
Selain program magang, pemerintah turut menyiapkan pelatihan vokasi gratis dengan alokasi 270 ribu peserta bagi lulusan SMA/SMK sederajat untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun non-teknis.
"Sekarang sedang kita data, kurikulumnya sudah siap, instrukturnya sudah siap," kata Yassierli.
Ilustrasi peserta Program Magang Nasional. Foto: Dok. Pertamina.
Pelatihan vokasi ini dirancang guna meningkatkan keahlian peserta agar siap terjun ke dunia industri maupun merintis usaha mandiri. "Kita sudah melatih 70 ribu, dan kita akan tambahkan 270 ribu pelatihan vokasi di 43 balai yang ada di Kemenaker," tutur Yassierli
Guna memastikan pemerataan program di seluruh wilayah, Kemenaker juga berencana mendistribusikan alokasi pelatihan tersebut ke balai-balai pelatihan milik daerah.
"Nanti kita juga akan berikan alokasi untuk balai-balai yang ada di daerah," jelas Yassierli.
Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memanfaatkan momentum program MagangHub dalam menyerap tenaga kerja muda.
"Saya minta para pengusaha yang ada di APINDO mengikutkan perusahaannya mendaftar dan menerima peserta magang dari adik-adik kita Generasi Z. Ini kesempatan bagi APINDO menerima magang kerja," kata Airlangga dalam Rakornas APINDO.
Airlangga menerangkan bahwa insentif uang saku peserta magang bersumber langsung dari anggaran negara, sehingga tidak membebani keuangan perusahaan.
"Jadi, mahasiswa Gen-Z ini diberi gaji pemerintah selama enam bulan (magang). Bapak/Ibu tidak menanggung apa-apa. Kita minta sesudah enam bulan dilihat bagaimana penerimaannya. Berdasarkan batch (tahap) pertama tahun kemarin, itu 60 persen tenaga kerja terserap, bahkan mereka melanjutkan magang," kata Airlangga.




