KINSHASA, KOMPAS.TV - Wabah ebola di Kongo dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.700 orang per Selasa (4/8/2026). Wabah yang disebabkan virus Bundibugyo ini dilaporkan menjadi wabah ebola dengan penyebaran tercepat yang pernah tercatat.
Menurut data pemerintah Kongo per Selasa, terdapat 3.802 kasus terkonfirmasi sejak wabah pertama dideklarasikan pada 15 Mei 2026. Dari ribuan kasus tersebut, 1.707 pasien meninggal dunia.
Direktur Jenderal Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Afrika Jean Kaseya menyebut pihaknya belum mengetahui kapan wabah ebola di Kongo akan mencapai puncak.
Kaseya memperingatkan, 80 persen kasus baru ebola yang tercatat berasal dari penularan di masyarakat, bukan dari pelacakan kontak.
Baca Juga: Wabah Ebola di Kongo Terus Menyebar, Korban Tewas Capai 999 Orang
Hal ini menunjukkan tantangan pelacakan kontak dan pengendalian wabah di daerah yang terdampak konflik dan penambangan ilegal.
Wabah ebola saat ini terkonsentrasi di Provinsi Ituri, di bagian timur Kongo. Kendati jumlah kasus di Ituri mencapai 90 persen dari total kasus, penularan ebola juga dikonfirmasi di lima provinsi lain.
CDC Afrika menyatakan penanganan wabah terhambat sulitnya pelacakan kontak, akses sulit ke area terdampak, respons tak bersahabat dari masyarakat, serta kekerasan dari kelompok bersenjata.
Selain itu, penanganan wabah terhambat aksi tenaga kesehatan yang mogok kerja karena tidak dibayar sejak awal wabah.
Tenaga kesehatan di Mongbwalu, salah satu area terdampak paling parah, mengirim ultimatum ke pemerintah agar segera membayar upah pada Senin (3/8/2026).
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- wabah ebola kongo
- wabah ebola
- korban wabah ebola kongo
- kongo
- ebola
- bundibugyo





