Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali membuat gebrakan di dunia kecerdasan buatan (AI). Beberapa perusahaan teknologi asal Negeri Tirai Bambu itu meluncurkan model AI canggih andalan mereka.
Seperti Alibaba yang meluncurkan model AI terbesar dan paling canggih yang pernah dikembangkannya. Sementara DeepSeek menghadirkan model AI dengan biaya operasional yang diklaim lebih dari 100 kali lebih murah dibandingkan Claude Fable 5 milik Anthropic.
Alibaba memperkenalkan Qwen3.8-Max, model AI terbaru yang langsung mendorong saham perusahaan melonjak 7% dalam perdagangan di Hong Kong. Di saat yang sama, firma riset Artificial Analysis menyebut model V4-Flash milik DeepSeek menjadi salah satu model AI termurah di dunia.
Kedua model tersebut menegaskan komitmen perusahaan AI China terhadap pendekatan open-weight model, yaitu model yang memungkinkan pengembang mengunduh dan menyesuaikan parameter utama sistem AI. Pendekatan ini berbeda dengan model tertutup yang digunakan OpenAI, Anthropic, dan Google.
- Ulah Amerika Bikin Geger, Satu Dunia Terancam Lumpuh Total
- Uang Rp 18.000 Triliun Hilang Dirampok Maling M-Banking, Waspada!
- Trump Kena Batunya, China Makin Kuat Sudah Tak Butuh Amerika
Kepala Analis Omdia, Lian Jye Su, mengatakan perusahaan AI China telah menemukan pasar yang sangat penting.
"Perusahaan AI China telah menemukan pasar yang penting. Banyak alur kerja bisnis tidak membutuhkan model AI terbaik di industri," ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2026).
Menurut dia, pelaku usaha lebih membutuhkan model AI yang cukup baik, terjangkau, transparan, mudah diakses, dan model open-weight membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Qwen3.8-Max langsung masuk atas berbagai papan peringkat yang mengukur kemampuan model AI. Model ini memiliki 2,4 triliun parameter, yaitu konfigurasi numerik yang dipelajari AI dari data untuk mengenali pola, menghasilkan jawaban, dan menyelesaikan berbagai tugas.
Alibaba memperkenalkan Qwen3.8-Max melalui platform pembanding model AI Arena.AI. Model ini kemudian menjadi model AI China dengan peringkat tertinggi untuk kategori teks, meski masih berada di bawah Claude Fable 5 dan beberapa varian Opus milik Anthropic.
Qwen3.8-Max mampu memproses teks, gambar, dan video, serta menangani hingga 1 juta token dalam satu waktu. Kapasitas ini memungkinkan model memproses dokumen hukum yang sangat panjang, basis kode perangkat lunak berukuran besar, hingga ratusan halaman dokumen sekaligus.
Alibaba menyatakan model tersebut akan dirilis pekan depan dan berhasil menyelesaikan proyek rekayasa perangkat lunak dalam waktu 16 hari.
Perusahaan menggunakan arsitektur mixture-of-experts, yaitu sistem yang membagi pekerjaan ke bagian-bagian khusus AI, sehingga tidak seluruh model aktif untuk setiap permintaan. Dengan cara ini, hanya sekitar 95 miliar parameter yang digunakan setiap kali pemrosesan, sehingga biaya operasional dan waktu respons dapat ditekan.
DeepSeek V4-Flash Gebrak DuniaSementara itu, DeepSeek meluncurkan V4-Flash pada Jumat lalu. Berdasarkan pengujian Artificial Analysis, model tersebut menjadi model AI terkenal dengan biaya operasional paling rendah di dunia.
Startup AI China itu sebelumnya mencuri perhatian global pada awal 2025 melalui model R1 dan V3, yang memicu aksi jual saham teknologi global dan menimbulkan pertanyaan mengenai besarnya belanja AI perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
DeepSeek mematok harga US$0,14 per juta token input dan US$0,28 per juta token output.
Artificial Analysis memperkirakan rata-rata biaya penggunaan V4-Flash hanya sekitar US$0,03 per pengujian, jauh lebih murah dibandingkan US$0,86 untuk Kimi K3, US$1,86 untuk GPT-5.6 Sol milik OpenAI, dan US$3,15 untuk Claude Fable 5.
Perbandingan tersebut dianggap lebih mencerminkan nilai sebenarnya karena memperhitungkan jumlah data yang harus diproses dan dihasilkan model untuk menyelesaikan suatu tugas.
Dengan kombinasi model AI berkapasitas sangat besar dan biaya operasional yang sangat murah, perusahaan AI China semakin memperkuat posisinya dalam persaingan global.
(dem/dem)




