BMKG Sebut El Nino Berpotensi Bikin Musim Kemarau Lebih Kering dan Panjang

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

BMKG mengingatkan bahwa fenomena El Nino pada 2026 telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat.

BMKG mengingatkan bahwa fenomena El Nino pada 2026 telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat. (Foto: Dok. BMKG)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa fenomena El Nino pada 2026 telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pihaknya terus memperkuat respons lintas sektor menghadapi dampak El Niño melalui penyediaan informasi iklim yang akurat dan dapat ditindaklanjuti.

Baca Juga:
BMKG Perluas Operasi Modifikasi Cuaca Demi Antisipasi El Nino hingga Awal 2027

Hal itu disampaikan Faisal dalam Dialog Nasional bertajuk "Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat" yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, dikutip Rabu (5/8/2026).

Dalam arahannya, Faisal menegaskan El Nino merupakan tantangan pembangunan yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, kehutanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, informasi iklim harus menjadi dasar pengambilan keputusan agar setiap sektor dapat melakukan langkah antisipasi sebelum risiko berkembang menjadi bencana.

Baca Juga:
Pemerintah Bakal Beri Stimulus Bagi Korban PHK dan Kekeringan El Nino

"El Nino merupakan tantangan yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi El Nino memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor yang didukung oleh informasi iklim yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Faisal.

BMKG mencatat El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.

Faisal menegaskan bahwa El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi secara bersamaan.

"Bahwa El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi bersamaan," kata Faisal.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memengaruhi sektor energi, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Nino sejak Maret 2026 sehingga kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyediakan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG juga terus memperkuat pendekatan From Early Warning to Early Action, yakni memastikan setiap informasi iklim menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui prediksi ENSO, prediksi musim, prakiraan hujan, analisis dampak sektoral, sistem peringatan dini kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, layanan informasi iklim berbasis sektor, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata sehingga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sebelum dampak terjadi," ujarnya.

Faisal menambahkan, layanan BMKG kini dirancang semakin spesifik sesuai kebutuhan setiap sektor, mulai dari penyusunan kalender tanam adaptif, pengelolaan sumber daya air, mitigasi karhutla, hingga dukungan bagi sektor kesehatan dan energi.

"Dengan demikian, informasi iklim tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar kebijakan yang berdampak langsung bagi perlindungan masyarakat," pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Geledah Imigrasi Jaksel dan Jakpus Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA
• 6 jam lalunarasi.tv
thumb
Usai Demutualisasi, BEI Bakal Jadi Perusahaan Terbuka Mulai Q3-2026
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Lompat, Asing Net Buy Rp623 Miliar dan Borong Saham Bank
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kekeringan Eropa Lumpuhkan Listrik dan Irigasi Petanian
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat, Pantau Saham ANTM, EMAS, hingga XIHD
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.