3 Penyebab SD Negeri Kekurangan Siswa: Turunnya Jumlah Anak hingga Sekolah Swasta

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ajaran baru kali ini, muncul fenomena sekolah dasar negeri (SDN) sepi peminat.

Salah satunya terjadi di SDN 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Lampung. Hari pertama sekolah di sana hanya diikuti dua murid baru kelas I pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Nasib serupa terjadi pada SDN 2 Plandaan, Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Baca juga: Istana Umumkan Revitalisasi SDN Tanggirejo di Grobogan Mulai Dilaksanakan

Sementara itu, di SDN 2 Wonosari, Gunungkidul juga hanya mendapatkan dua murid baru tahun ini. MPLS pun digelar dengan melibatkan kakak kelas, agar suasana tidak sepi.

3 Penyebab Menurut Mendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menilai, terdapat tiga penyebab SDN sepi peminat pada tahun ajaran baru kali ini.

Pertama adalah semakin berkurangnya jumlah anak usia sekolah yang ikut mempengaruhi peminat di SDN.

"Sekarang jumlah anak usia sekolah itu tidak cukup banyak, dan penyebabnya tentu sangat-sangat kompleks, tetapi intinya keterbatasan jumlah anak usia sekolah," ujar Mu'ti di Kantor Kememterian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Mendikdasmen Akui Sudah Bicara dengan Mendagri Cari Solusi SD Negeri yang Kekurangan Siswa

Alasan kedua adalah banyaknya sekolah dasar yang dibangun pada masa kepemimpinan Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto.

Ia menjelaskan, pembangunan SD pada masa itu bertujuan untuk memperluas pendidikan dasar dan memberantas buta aksara di desa-desa.

"Sehingga setiap desa itu minimal punya satu sekolah dasar, SD Inpres yang sebelumnya sudah ada sekolah yang berdiri sebelumnya, sehingga mungkin satu desa bisa memiliki lebih dari satu sekolah dasar. Sehingga memang jumlahnya menjadi sangat banyak," ujar Mu'ti.

Terakhir adalah kecenderungan keluarga muda di Indonesia yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di SD swasta.

Baca juga: Mendikdasmen: Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun Ini

Febrianto Adi Saputro Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. (KOMPAS.COM/Febrianto Adi Saputro)

Keputusan itu didorong sejumlah pertimbangan, seperti kualitas pendidikan hingga faktor lokasi sekolah.

"Memang ada tren keluarga-keluarga muda khususnya, bahkan mungkin keluarga kelas menengah muda, itu cenderung untuk anaknya belajar di sekolah swasta," ujar Mu'ti.

Dorong Pemetaan Anak dan Sekolah

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani atau Ari menilai minimnya jumlah siswa di sejumlah SDN tidak dapat diartikan sebagai menurunnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Ari, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari penurunan angka kelahiran, perpindahan penduduk, hingga distribusi sekolah yang belum proporsional di sejumlah wilayah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BYD Klaim Mobil Hybrid DM Punya Biaya Kepemilikan Lebih Rendah 30 Persen
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PSI ke Denny Indrayana: Yang Bisa Pecat Gibran Cuma Rakyat, Bukan Profesor dengan Gelar di Langit...
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polres Medan Soal Polisi Tinggal Serumah dengan Mantan Istri yang Bunuh Diri
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Antar Keberangkatan PM Anutin Cerminkan Hubungan Erat Indonesia-Thailand
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II-2026
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.