Babak Baru Kasus Emas Ilegal, 3 Bos PT SPEM Segera Disidang

liputan6.com
9 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Perkara dugaan penampungan dan penjualan emas hasil pertambangan tanpa izin (PETI) yang menjerat petinggi PT Semar Permata Emas Mulia (PT SPEM) memasuki babak baru. Berkas perkara tiga tersangka telah dinyatakan lengkap atau P-21, sedangkan berkas dua tersangka lainnya masih dirampungkan penyidik Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyatakan berkas perkara atas tersangka TW, DW, dan BSW lengkap.

Advertisement

BACA JUGA: Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Emas Ilegal, Ini Perannya

“JPU menyampaikan kepada penyidik bahwa hasil penyidikan terhadap perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21) sebagaimana Surat Kejaksaan Agung Nomor B-4484/E.3/Eku.1/7/2026 tertanggal 29 Juli 2026,” kata Ade Safri, Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, dua tersangka lainnya, yakni DHB dan VC selaku pengurus PT Simba Jaya Utama (PT SJU), masih dalam proses pemberkasan. Ade Safri mengatakan berkas keduanya akan segera dilimpahkan kepada jaksa untuk diteliti.

Dalam perkara ini, para tersangka diduga membeli emas yang berasal dari pertambangan tanpa izin sepanjang 2019 hingga 2025. Emas tersebut kemudian dijual kepada Siman Bahar atau perusahaan terafiliasi untuk dimurnikan di PT SJU dan sejumlah perusahaan pemurnian lainnya sebelum diolah menjadi emas batangan.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Saksi Terkait Kasus Dana Hibah Jatim, Dalami Soal Aset Tersangka Anwar Sadad
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Data BPS: Tingkat Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Melebar
• 5 jam lalukompas.id
thumb
BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun Menjadi 22,93 Juta Orang pada Maret 2026
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Menko Zulhas Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Makassar
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Apakah Indonesia Bisa Memantau Gerhana Matahari Total 12 Agustus Besok? Ini Penjelasannya
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.