Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.969 Jelang Rilis Data PDB Kuartal II-2026

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan pukul 09.05 WIB dibuka menguat sebesar 0,32 persen terhadap dolar AS hingga menyentuh posisi Rp17.969.

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.969 Jelang Rilis Data PDB Kuartal II-2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan pukul 09.05 WIB dibuka menguat sebesar 0,32 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh posisi Rp17.969. Pergerakan positif mata uang Garuda terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang menantikan rilis resmi data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026.

Pergerakan positif terus berlanjut hingga pukul 09.40 WIB, di mana rupiah semakin menguat sebesar 0,44 persen ke level Rp17.947 per dolar AS.

Baca Juga:
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.027 per USD Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi

Tren penguatan ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Dolar Taiwan memimpin penguatan sebesar 0,41 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,36 persen, serta won Korea Selatan yang terangkat 0,30 persen. 

Selain itu, ringgit Malaysia menguat 0,13 persen, baht Thailand bertambah 0,05 persen, dolar Singapura naik 0,03 persen, dan yuan China merangkak naik 0,01 persen. 

Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Kembali Tembus Rp18.026 per USD

Sebaliknya, rupee India dan dolar Hong Kong mengalami pelemahan tipis terhadap mata uang Paman Sam, masing-masing terdepresiasi sebesar 0,05 persen dan 0,01 persen.

Apresiasi mata uang kawasan dipicu oleh meningkatnya tekanan terhadap greenback pascarilis data lowongan kerja Amerika Serikat (Job Openings and Labor Turnover Survey/JOLTS) yang berada di bawah ekspektasi pasar. 

Baca Juga:
PMI Manufaktur RI Ekspansi, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 per USD

Di samping itu, sentimen risiko global terpantau membaik berkat adanya laporan terkait kemajuan kesepakatan antara AS dan Iran, yang memicu optimisme akan dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa melemahnya indeks dolar AS akibat rilis data tenaga kerja serta meredanya tensi di Selat Hormuz menjadi pendorong utama pergerakan positif rupiah.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," ujar Lukman dalam risetnya.

Meski demikian, Lukman menilai laju kenaikan rupiah masih berpotensi tertahan mengingat para investor cenderung berhati-hati menunggu rilis data PDB kuartal II-2026 yang dijadwalkan diumumkan pemerintah pada siang hari.

Data pertumbuhan ekonomi tersebut bakal menjadi indikator kunci bagi arah pergerakan rupiah dan pasar keuangan domestik.

Jika pertumbuhan PDB melampaui ekspektasi, sentimen pasar terhadap aset-aset Indonesia diprediksi kian membaik.

Untuk sepanjang hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. (Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polling: Siapa Pemeran Spider-Man Terbaik?
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Catat Kredit Bank Tembus Rp 9.000 T, Kredit Investasi Naik Paling Kencang
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Trump: Kesepakatan Membuka Kembali Selat Hormuz Tercapai Paling Cepat Hari Rabu
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Hari Ini 5 Agustus 2026: Antam Lanjut Merosot, Produk Global Bervariasi
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Isuzu Pede Pasar Mobil Niaga Tumbuh di 2026, Bidik Market Share 31 Persen
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.