Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) kembali turun tajam hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) pada Rabu (5/8/2026).
IDXChannel – Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) kembali turun tajam hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) pada Rabu (5/8/2026), melanjutkan pelemahan tajam yang telah terjadi sehari sebelumnya.
Per Rabu (5/8/2026) pukul 10.05 WIB, saham BACH merosot 14,45 persen ke level Rp740 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,87 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 20,10 juta saham.
Tekanan jual juga masih mendominasi. Antrean jual di level ARB Rp740 mencapai sekitar 566 ribu lot atau setara dengan sekitar Rp42 miliar.
Pelemahan ini memperpanjang tren negatif saham BACH setelah pada perdagangan Selasa (4/8/2026) saham perseroan juga ditutup di level ARB dengan penurunan 14,78 persen.
Penurunan hingga ARB ini pun menghapus reli kenaikan 6 hari beruntun sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi meski belum lama ini struktur kepemilikan BACH resmi diperkuat oleh masuknya PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) sebagai pemegang saham pengendali.
Berdasarkan keterbukaan informasi, GTP yang merupakan entitas di bawah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan bagian dari ekosistem Grup Djarum telah menyelesaikan pelaksanaan transaksi opsi pada 14 Juli 2026.
Melalui transaksi tersebut, GTP mengakuisisi 1,04 miliar saham atau sekitar 25,52 persen modal ditempatkan dan disetor BACH dari PT Bach Multi Sukses Investama, sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 51 persen.
Sebelumnya, Komisaris Utama BACH Anita Anwar mengatakan masuknya GTP diharapkan dapat memperkuat fundamental perseroan sekaligus membuka peluang sinergi dalam pengembangan bisnis infrastruktur telekomunikasi.
"Pengendali dari salah satu dari Grup Djarum, sebenarnya memperkuat posisi fundamental perusahaan BACH. Mengapa saya katakan demikian? Karena pada dasarnya GTP itu adalah perusahaan telekomunikasi, yang mana strength dan kekuatan dari BACH adalah juga pembangunan infrastruktur secara telekomunikasi dan juga secara maintenance," kata Anita usai perseroan resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Dia menilai kesamaan fokus bisnis kedua perusahaan akan menciptakan kolaborasi yang saling melengkapi, terutama dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan layanan pemeliharaan.
Dalam prospektus IPO, manajemen juga menyebut masuknya GTP sebagai pemegang saham pengendali merupakan bagian dari strategi memperkuat arah pengembangan bisnis dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perseroan.
BACH resmi melantai di BEI pada 8 Juli 2026 dengan harga penawaran umum perdana Rp442 per saham.
Perseroan mencatatkan sebanyak 4,08 miliar saham, sementara dana hasil IPO yang senilai Rp272 miliar direncanakan untuk memperkuat kapasitas operasional, mendukung ekspansi usaha, dan meningkatkan daya saing bisnis. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





