Coffee Morning Diskominfo Makassar Bahas Sampah, TPS 3R Karebosi Disebut Jadi Solusi Pengelolaan Sampah

terkini.id
6 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menggelar Coffee Morning bertajuk “Pilah Sampah Mulai dari Rumah” sebagai ruang edukasi dan diskusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Kegiatan yang berlangsung di Nordu Coffee Makassar, Selasa (5/8/2026), menghadirkan Lurah Baru Kecamatan Ujung Pandang, Fajar Harianto, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Fajar menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah.

“Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 sudah menjadi landasan yang sangat kuat. Open dumping dilarang, pemerintah wajib menyediakan fasilitas pengelolaan sampah, sementara masyarakat berkewajiban memilah sampah sejak dari sumbernya,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 telah mengatur secara jelas pembagian tanggung jawab dalam pengelolaan sampah.

Pasal 13 mengamanatkan pemerintah dan pengelola kawasan menyediakan fasilitas pemilahan sampah.

Sementara Pasal 16 dan 17 mewajibkan setiap orang, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha dan industri, melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Adapun Pasal 29 melarang praktik pembuangan sampah secara terbuka (open dumping).

Fajar mengisahkan, kepeduliannya terhadap isu persampahan mulai tumbuh saat bertugas di Bank Sampah pada 2019. Saat itu, ia terlibat dalam kerja sama dengan Entomo Korea melalui hibah KOICA (Korea International Cooperation Agency) untuk membangun sarana budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik.

“Saya melihat bagaimana di Korea sampah organik dapat diolah menggunakan maggot hingga menghasilkan nilai ekonomi. Dari situ saya belajar bahwa sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar,” katanya.

Pengalaman tersebut kemudian diterapkannya setelah menjabat lurah pada 2020. Ia mulai mengembangkan budidaya maggot sekaligus mendorong hotel, restoran, dan kafe (horeca) di wilayahnya agar melakukan pemilahan sampah.

Namun, menurutnya, saat itu masih terdapat kendala karena pelaku usaha mempertanyakan ke mana sampah yang telah dipilah harus dibawa. Pasalnya, sampah yang sudah dipisahkan kerap tercampur kembali saat proses pengangkutan.

“Mereka bertanya, setelah sampah dipilah akan dibawa ke mana? Karena kenyataannya masih tercampur lagi di mobil truk. Saat itu memang belum ada fasilitas pengolahannya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut kemudian mendorong lahirnya TPS 3R Karibosi pada 2023 sebagai pusat pengolahan sampah berbasis pemilahan dan budidaya maggot.

Menurut Fajar, keberadaan TPS 3R Karibosi menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang telah memilah sampah, namun belum memiliki tempat pengolahan yang memadai.

Selain mengembangkan fasilitas pengolahan, Fajar juga aktif melakukan edukasi ke sekolah-sekolah dasar dan menengah di wilayah Ujung Pandang.

Melalui sosialisasi tersebut, ia berharap budaya memilah sampah dapat tertanam sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sampah tidak harus langsung dibuang. Sampah bisa dipilah, dipelajari, lalu diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Saat ini, kapasitas pengolahan sampah organik di TPS 3R Karibosi meningkat signifikan dari sekitar 150–200 kilogram menjadi sekitar 600 kilogram per hari. Bahkan, fasilitas tersebut kini turut menerima sampah organik dari sejumlah wilayah lain di Kota Makassar.

Fajar berharap budaya memilah sampah dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan masyarakat demi mewujudkan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Intinya, memilah sampah adalah kewajiban masyarakat, sedangkan pemerintah berkewajiban menyediakan fasilitas pengelolaannya. Jika semua menjalankan perannya, persoalan sampah di Makassar akan jauh lebih mudah diselesaikan,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil dan Riwayat Pendidikan Hilda Clarissa Theopilus, Nakes Suruh Pasien BPJS ke Kamar Jenazah
• 5 jam laludisway.id
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Dijual Rp2,5 Juta per Gram, Cek Rincian Pecahan Lainnya
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sosok Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS Viral di Threads: Gemar Touring hingga Berprofesi sebagai MC Wedding
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Melambat ke 5,29 Persen
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bangunan di Tajurhalang Bogor Ambruk Diterjang Longsor
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.