Rizky Nur Fadhilah (20) atau Iki berbagi cerita pengalaman saat menjadi scammer atau penipu daring di sebuah kantor di Kamboja. Pemuda asal Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, ini mengaku tidak digaji selama bekerja di sana hingga mendapatkan beragam penganiayaan fisik.
Pengakuan Iki ini pernah viral di tahun 2025 silam. Beberapa bulan berselang, ia menceritakan detail pengalaman pahit yang pernah diterimanya. Awalnya, ia mengaku tertarik bekerja di Kamboja lewat sebuah unggahan di Facebook karena melihat iming-iming gaji yang tinggi
"Iya jadi saya teh tertarik karena tidak ada syarat pendidikan. Terus di situ bilangnya gaji lebih dari Rp 5 juta, iya ada kalau Rp 10 juta mah. Jadi cuma nulis ada loker di luar negeri," kata Iki dilansir detikJabar, Rabu (5/8/2026).
Iki mengatakan kantornya di Kamboja berada di daerah pedesaan terpencil yang jauh dari perkotaan. Dia bekerja di sebuah ruangan yang terdapat 50 komputer di dalamnya. Hari pertamanya sampai di lokasi, Iki langsung dipaksa bekerja sebagai scammer atau penipu daring.
"Sasaran korbannya itu orang Indonesia lah. Jadi modusnya pakai foto profil perempuan di sosial media. Terus disuruh merayu pria di Indonesia untuk bugil. Setelah terekam video korbannya bugil, terus disuruh melakukan pemerasan berbasis video (love scamming)," bebernya.
Iki mengatakan belum pernah mendapatkan gaji selama bekerja di sana. Beragam kekerasan fisik mulai dari pemukulan hingga dicambuk pun telah dialaminya.
"Terus ada juga hukumannya dicambuk, digebukin, dipukul di muka sama badan. Padahal yang mukulinnya itu orang Indonesia juga, karena kalau dia enggak mukul saya, dia yang dipukul. Sistemnya berurutan," jelas Iki.
Baca selengkapnya di sini
(ygs/idh)





