HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Setiap restoran merupakan investasi jangka panjang yang turut menciptakan lapangan kerja, mengembangkan talenta lokal, serta menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah tempat restoran tersebut beroperasi.
Komitmen tersebut kini diwujudkan melalui pembukaan restoran pertama McDonald’s Indonesia di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Mengusung semangat “Sepenuhnya Indonesia”, pembukaan McDonald’s Baubau menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperluas dampak ekonomi positif di berbagai daerah, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Baubau, Dr. Dahrul Dahlan, S.STP., M.Si mengatakan kehadiran restoran ini diharapkan dapat membuka akses terhadap pekerjaan formal bagi masyarakat setempat.
“Ini juga mendorong perputaran ekonomi lokal, sekaligus memperkuat iklim investasi yang sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Baubau sebagaimana tertuang dalam RPJPD Kota Baubau Tahun 2025-2045,”tuturnya.
Dimana menempatkan penguatan sektor perdagangan, jasa, investasi, dan daya saing daerah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi.
“Kehadiran McDonald’s Baubau merupakan kabar baik bagi kami. Selain memperkaya pilihan layanan kuliner yang berkualitas, investasi ini mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap potensi kota kami,” ungkapnya.
Hal ini juga sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Baubau untuk mendorong iklim investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menggerakkan perekonomian daerah.
“Kami berterima kasih dan berharap kehadiran McDonald’s Indonesia dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan Kota Baubau,” ujarnya.
Associate Director of Operations PT Rekso Nasional Food, Yunus Sharon mengatakan
McDonald’s Baubau merupakan restoran pertama McDonald’s Indonesia di Kota Baubau dan restoran kedua di Provinsi Sulawesi Tenggara, setelah McDonald’s Kendari yang diresmikan pada 2021.
“Restoran ini juga menjadi restoran baru ketiga yang dibuka oleh McDonald’s Indonesia sepanjang tahun 2026 setelah McDonald’s Puncak dan McDonald’s Limo Depok di Jawa Barat,” ucapnya.
Sejak hari pertama beroperasi, McDonald’s Baubau telah menyerap 20 tenaga kerja lokal yang seluruhnya merupakan putra-putri daerah dari Kota Baubau dan wilayah sekitarnya.
“Sebanyak 71% di antaranya merupakan Generasi Z yang mengawali langkah mereka di dunia kerja melalui McDonald’s Indonesia,” tuturnya.
Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk turut memperluas akses bagi generasi muda di daerah sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Seluruh karyawan akan mendapatkan pelatihan berstandar global yang dirancang untuk membangun kompetensi, profesionalisme, serta membuka peluang pengembangan karier di industri restoran.
“Bagi kami, pembukaan sebuah restoran tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah restoran, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.
Di Baubau, selain melihat potensi perkembangan kotanya, kami ingin tumbuh bersama masyarakat dengan membuka peluang kerja bagi talenta lokal. Ini sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkembang dalam dunia kerja.
“Kami berharap kehadiran McDonald’s Indonesia di Baubau dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kota ini sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang,” jelasnya.
Dampak yang tercipta melalui kehadiran McDonald’s Baubau merupakan bagian dari kontribusi ekonomi McDonald’s Indonesia yang telah dirasakan masyarakat di berbagai daerah selama 35 tahun terakhir.
Berdasarkan studi Oxford Economics pada periode April 2024 – Maret 2025, ekosistem McDonald’s Indonesia mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor, termasuk lebih dari 11.000 tenaga kerja yang bekerja langsung di lebih dari 300 restoran McDonald’s di Indonesia.
Kontribusi tersebut tidak hanya berasal dari operasional restoran, tetapi juga dari aktivitas ekonomi yang tercipta di sepanjang rantai pasok.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar 86% dari total belanja pemasok McDonald’s Indonesia dialokasikan kepada mitra dalam negeri, sehingga pertumbuhan bisnis perusahaan turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, pengolahan pangan, hingga distribusi dan logistik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa dampak sebuah restoran tidak berhenti pada operasionalnya saja. Setiap restoran baru juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang memperkuat perputaran ekonomi di daerah tempat restoran beroperasi.
Dengan demikian, pembukaan McDonald’s Baubau diharapkan turut memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya.
Director of Store Development Group PT Rekso Nasional Food, Ratna Wirahadikusumah mengatakan selain menghadirkan manfaat ekonomi, juga dirancang sebagai ruang berkumpul yang nyaman bagi keluarga, anak muda, pekerja, maupun wisatawan, serta menjadi bagian dari berbagai momen kebersamaan masyarakat Baubau.
“Dalam membangun McDonald’s Baubau, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar restoran. Kami berharap tempat ini dapat menjadi ruang berkumpul yang nyaman, tempat berbagai momen kebersamaan tercipta, sekaligus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Baubau,” ucapnya.
Sebagai bagian dari peresmian restoran, melalui payung program “McD untuk Kemanusiaan”, McDonald’s Indonesia juga berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan serta memberikan bantuan berupa karpet salat kepada Masjid Al Fattah sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.(wis)





