Akibat kekeringan parah yang menyebabkan permukaan air Sungai Danube turun drastis, Rumania pada Senin (3 Agustus) melakukan peledakan terkendali terhadap formasi batuan di dasar sungai untuk mengalihkan aliran air guna memasok pendingin ke satu-satunya reaktor nuklir yang masih beroperasi. Sementara itu, Rumania dan Hungaria juga meminta masyarakat serta dunia usaha mengurangi konsumsi listrik guna mengurangi tekanan terhadap pasokan energi.
EtIndonesia.com Pada operasi yang dilakukan 3 Agustus tersebut, otoritas Rumania menyatakan bahwa peledakan bertujuan membersihkan hambatan bagi pembangunan bendungan sementara sehingga lebih banyak air dapat dialihkan ke saluran yang memasok Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Cernavodă. Angkatan Laut Rumania mengatakan proyek tersebut diperkirakan selesai pada 5 Agustus.
Langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya ini menunjukkan betapa seriusnya krisis energi yang sedang dihadapi kawasan tersebut.
Menurut laporan Reuters, perusahaan listrik tenaga nuklir milik negara Rumania, Nuclearelectrica, biasanya memasok sekitar 20% kebutuhan listrik nasional. Namun, karena kekurangan air pendingin, salah satu dari dua reaktornya terpaksa dihentikan operasinya pada pekan lalu.
Gelombang panas dan kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Eropa telah menyebabkan permukaan air sungai-sungai turun drastis, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan air, transportasi sungai, dan pembangkitan listrik.
Perdana Menteri Rumania Ilie Bolojan mengatakan bahwa pemerintah Rumania dan Hungaria sama-sama telah meminta masyarakat dan pelaku usaha mengurangi penggunaan listrik untuk menekan permintaan energi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pabrik mobil Dacia (milik Renault) dan Ford di Rumania sepakat menghentikan sementara produksi hingga 19 Agustus, sehingga secara sukarela mengurangi konsumsi listrik sekitar 200 megawatt (MW).
Di sisi lain, Hungaria, yang juga menggunakan air Sungai Danube untuk mendinginkan pembangkit listrik tenaga nuklirnya, diperkirakan masih memiliki waktu sekitar dua hari sebelum menghadapi kondisi yang lebih kritis karena letaknya berada di bagian hulu sungai.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Paks, yang memiliki kapasitas terpasang 2.000 MW (2 GW) dan biasanya memasok sekitar 50% kebutuhan listrik Hungaria, pada 4 Agustus hanya mampu beroperasi dengan kapasitas sedikit di atas 10% setelah permukaan air Sungai Danube turun ke tingkat terendah dalam sejarah.
Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar mengatakan: “Hari ini, atau mungkin besok, turbin terakhir yang masih menghasilkan sekitar 240 MW kemungkinan masih dapat terus beroperasi.”
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “kabar yang sangat baik.”
Magyar juga mengatakan bahwa setelah pemerintah menghimbau penghematan listrik, rumah tangga dan perusahaan secara sukarela mengurangi konsumsi energi. Pada 3 Agustus, permintaan listrik nasional turun sekitar 700 MW, sehingga tekanan terhadap jaringan listrik berkurang secara signifikan.
Sumber : NTDTV.com





