Tingkat Pengangguran RI Turun, ke Level Terendah Sejak Era Soeharto

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat pengangguran Tanah Air kembali mampu melanjutkan tren penurunannya.

Melansir dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Rabu (5/8/2026), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65% pada Mei 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,68%.

Penurunan 0,03 poin persentase itu membawa TPT Indonesia ke level terendahnya dalam 32 tahun terakhir atau sejak 1994. Pada periode tersebut, Indonesia masih dipimpin Presiden Soeharto.

"TPT Mei 2026 merupakan yang terendah sejak 1994. Saat itu, berdasarkan Sakernas, TPT tercatat sebesar 4,6%," ungkap BPS dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Secara jumlah, masyarakat yang menganggur juga berkurang. Jumlah pengangguran turun dari 7,24 juta orang pada Februari 2026 menjadi 7,22 juta orang atau berkurang sekitar 24.000 orang.

Berdasarkan struktur ketenagakerjaan BPS, penduduk usia kerja pada Mei 2026 mencapai 220,23 juta orang atau bertambah 689.000 orang dibandingkan Februari 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 155,41 juta angkatan kerja dan 64,82 juta bukan angkatan kerja.

Angkatan kerja bertambah 497.000 orang. Pada saat yang sama, penyerapan tenaga kerja mencapai 522.000 orang sehingga jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang.

Mayoritas merupakan pekerja penuh waktu yang mencapai 98,98 juta orang, bertambah 391.000 orang. Seperti dalam keterangan BPS, kategori ini merupakan orang yang bekerja sedikitnya 35 jam dalam sepekan.

Baca: Terungkap! 2 Sektor Usaha Ini Paling Banyak Serap Tenaga Kerja RI

Sementara itu, pekerja paruh waktu mencapai 38,41 juta orang atau bertambah 72.000 orang. Mereka bekerja kurang dari 35 jam dalam sepekan, tetapi tidak sedang mencari dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain.

Adapun setengah pengangguran tercatat sebanyak 10,78 juta orang, meningkat 59.000 orang. Berbeda dengan pekerja paruh waktu, kelompok ini masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan tambahan meskipun jam kerjanya kurang dari 35 jam dalam sepekan.

RIlis BPS Kamis (5/8/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics) Foto: RIlis BPS Kamis (5/8/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Tiba di PT Jakarta, Optimistis Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kebakaran Hutan Kawasan TNBTS, 2 Pintu Masuk Wisata Bromo Ditutup Sementara
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Pratama Arhan Ungkap Penyebab Kekalahan Persija Kontra Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
• 19 jam lalubola.com
thumb
DPMPTSP Sleman Menawarkan Investasi Rp14,97 Miliar untuk Kawasan Penunjang Pariwisata Bokoharjo
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Putusan MK Dinilai Berpotensi Jadi Alasan Pembebasan hingga Grasi Terdakwa Korupsi
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.