Manila: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang lepas pantai wilayah Mindanao, Filipina selatan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut keterangan Pusat Riset Geosains Jerman (GFZ) yang dikutip kantor berita Anadolu Agency, gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Hingga saat ini, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan menyusul gempa tersebut. Selain itu, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat guncangan.
Guncangan gempa terjadi dari waktu ke waktu di Filipina. Juni lalu, Filipina diguncang gempa bumi dahsyat yang menewaskan puluhan lebih dari 60 orang, dengan puluhan lainnya dinyatakan hilang kala itu.
Pusat Pemantauan dan Informasi Operasi Respons Bencana Filipina (DROMIC) mencatat gempa tersebut berdampak pada 553.068 warga di wilayah Mindanao.
Dari jumlah tersebut, sekitar 9.393 orang masih berada di pusat-pusat pengungsian. Sementara itu, 54.274 warga lainnya memilih mengungsi di rumah kerabat atau teman di luar fasilitas pengungsian resmi.
Berdasarkan asesmen awal, sebanyak 8.865 rumah dilaporkan hancur, sedangkan 36.691 rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian.
Filipina berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), salah satu zona seismik paling aktif di dunia, tempat bertemunya empat lempeng tektonik utama. Kondisi tersebut menyebabkan negara kepulauan itu kerap mengalami gempa bumi dan aktivitas vulkanik.
Baca juga: Gempa Filipina Membuat Dasar Laut Terangkat hingga Dua Meter, Terumbu Karang Rusak




