KP2MI Buka Lagi Program SMK Go Global, Pendaftaran Mulai 12 Agustus

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) membuka pendaftaran program SMK Go Global mulai 12 Agustus 2026. Program ini menyalurkan warga untuk bisa bekerja di luar negeri.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan pendaftaran program tersebut akan dibuka di 23 satuan kerja Kementerian P2MI yang tersebar di 23 provinsi.

"Dan secara teknis, tanggal 12 Agustus sudah mulai kita melakukan pendaftaran tersebar di 23 satker kita yang ada di 23 provinsi," kata Mukhtarudin dalam konferensi pers kickoff program Asta Mandala SMK Go Global di Aula KH Abdurrahman Wahid, Gedung Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).

Mukhtarudin menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari target pemerintah dalam menyiapkan 500 ribu pekerja migran yang sesuai dengan kebutuhan industri internasional selama periode 2026-2029. Target tersebut mencakup 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu masyarakat umum.

Menurut dia, peserta program tidak hanya berasal dari lulusan SMK. Masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan SMA, diploma, hingga sarjana juga dapat mengikuti program tersebut sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di negara tujuan.

"Jadi kita mulainya up-skilling. Jadi tidak dari nol. Jadi bukan orang yang belum punya background apa skill tertentu, misalnya dia sudah punya skill welder, tinggal dia belum tahu bahasanya dan sertifikasinya," kata Mukhtarudin.

Penguatan kemampuan peserta dalam program tersebut meliputi tiga aspek, yakni keterampilan teknis, bahasa, dan sertifikasi. Pemerintah akan terlebih dahulu memetakan kemampuan yang telah dimiliki peserta saat proses rekrutmen untuk menentukan kompetensi tambahan yang diperlukan.

"Dari sisi kurikulum kita tidak mengaitkan dengan kurikulum yang ada di Dikdasmen maupun di Dikti ya. Jadi itu beda tersendiri. Jadi ini terpisah. Jadi ini lebih sifatnya adalah penguatan sisi teknis, bahasa, dan sertifikasi," jelasnya.

Mukhtarudin mengatakan pola tersebut diterapkan karena SMK Go Global merupakan program quick win. Selanjutnya, pelatihan akan memiliki waktu yang lebih panjang sehingga memungkinkan peserta mengikuti pelatihan dari tingkat dasar.

"Tahun depan itu kita sudah reguler, oleh karena dimulai dari Januari sehingga panjang waktu pelatihannya. Ah sehingga mungkin itu bisa dari yang nol, bukan up-skilling, karena waktunya panjang bisa sampai 6 bulan sampai 7 bulan," ujarnya.

Program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara tujuan. Berdasarkan pemetaan Kementerian P2MI terhadap SISKOP2MI dan job order, negara yang menjadi tujuan antara lain Malaysia, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Turki, Jerman, Maladewa, serta sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa.

"Negara yang paling banyak dari apa yang sudah kita profiling berdasarkan SISKOP2MI dan JO adalah negara Malaysia, Taiwan, Jepang, termasuk juga Hong Kong ya, dan beberapa negara Eropa termasuk Turki dan Jerman ya," kata Mukhtarudin.

Adapun sektor pekerjaan yang dipersiapkan melalui program ini meliputi caregiver, manufaktur termasuk welder, konstruksi, transportasi, hospitality, nurse, agrikultur, hingga wellness therapist.

Mukhtarudin menegaskan pelatihan tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja. Pemerintah terlebih dahulu memetakan permintaan tenaga kerja dari negara tujuan, kemudian menentukan kompetensi yang dibutuhkan sebelum melakukan pelatihan.

"Jadi mekanismenya adalah ada dulu pasarnya, ada dulu negara penempatan dan sektornya, dibutuhkan kompetensi seperti apa, baru dilatih seperti apa. Jadi latih kompeten tempatkan," ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah juga telah memprofilkan negara tujuan berdasarkan job order yang telah diverifikasi oleh perwakilan Indonesia di masing-masing negara. Dengan demikian, pelatihan diarahkan agar peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia.

"Jadi sudah ada ordernya. Ah, ordernya sudah ada, dibutuhkan kompetensi seperti apa, baru kita latih seperti apa," kata Mukhtarudin.

Selain itu, seluruh proses peningkatan kapasitas dalam program SMK Go Global akan diberikan secara gratis kepada peserta. Biaya pelatihan teknis, bahasa, hingga sertifikasi ditanggung melalui APBN.

"Jadi semuanya dibiayai oleh APBN, gratis. Jadi semuanya tidak dipungut bayaran untuk peningkatan kapasitas pelatihan ini sampai sertifikasinya," tegasnya.

Mukhtarudin mengatakan target 500 ribu pekerja migran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menggeser penempatan pekerja migran dari tenaga kerja berkeahlian rendah menuju pekerja dengan keterampilan menengah dan tinggi.

Untuk 2026, target program direktif SMK Go Global ditetapkan sebanyak 40 ribu orang. Target tersebut akan ditambah dengan penempatan reguler pekerja migran yang pada tahun ini ditargetkan mencapai 350 ribu orang.

"Target dari Bappenas untuk reguler itu 350.000, untuk yang direktif 40.000. Jadi ini saling menambah," ujarnya.

Mukhtarudin menyebut hingga saat konferensi pers digelar, penempatan reguler pekerja migran telah mencapai 217 ribu orang sejak Januari 2026. Ia berharap target penempatan reguler 350 ribu orang dapat tercapai dan ditambah dengan target 40 ribu orang melalui program direktif tersebut.

Program SMK Go Global kemudian akan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang memiliki lembaga vokasi. Kementerian P2MI antara lain akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk sektor hospitality, Kementerian Perindustrian untuk manufaktur, serta Kementerian Kesehatan untuk sektor kesehatan.

Mukhtarudin menambahkan program tersebut juga melibatkan migrant center di sejumlah perguruan tinggi untuk membantu mempersiapkan kapasitas calon pekerja migran Indonesia.

"Sehingga diharapkan dengan program ini lulusan-lulusan SMK dan yang umum itu nanti bisa terserap secara maksimal untuk bekerja di luar negeri," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kodam XVII Cenderawasih Kerahkan Puluhan Nakes Bantu Tangani Ratusan Siswa Diduga Keracunan
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Pastikan Isu Surpres Pergantian Kapolri Tak Benar
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
ETLE Rekam 16.812 Pelanggaran Pelat Nomor, Korlantas Perkuat dengan Sistem Face Recognition
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Viral Kelompok Suporter Sepak Bola Terlibat Keributan di Bogor
• 4 jam laludetik.com
thumb
Masmindo Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Kadundung Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana di Luwu
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.