Lulusan SD Masih Dominasi Angkatan Kerja RI, Total 52,4 Juta Jiwa

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lulusan sekolah dasar (SD) masih menjadi kelompok terbesar dalam struktur tenaga kerja Indonesia hingga Mei 2026.

Di sisi lain, proporsi pekerja dengan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan dari total 148,19 juta penduduk yang bekerja pada Mei 2026, sebanyak 35,40 persen atau sekitar 52,46 juta orang merupakan lulusan SD ke bawah. Sementara pekerja dengan pendidikan diploma hingga perguruan tinggi porsinya relatif kecil.

“35,40 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan SD ke bawah dan masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia. Jika dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan,” ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8).

BPS juga melaporkan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang pada Mei 2026, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 37,09 persen berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami peningkatan paling besar dibandingkan status pekerjaan lainnya. Kenaikan tersebut terutama berasal dari sektor perdagangan, pertanian, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

“Penduduk yang berusaha sendiri di lapangan usaha terutama di lapangan usaha atau perdagangan besar dan eceran sebanyak 1,04 juta orang. Kemudian juga di pertanian yang bertambah sekitar 482 ribu orang, serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebanyak 375 ribu orang," jelas Edy.

Di sisi lain, BPS mencatat proporsi pekerja informal pada Mei 2026 turun tipis menjadi 59,30 persen dari total penduduk yang bekerja. Persentase pekerja penuh atau warga yang bekerja minimal 35 jam per minggu juga meningkat menjadi 66,80 persen atau sekitar 98,98 juta orang.

Perbaikan kondisi pasar tenaga kerja turut tecermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen, sekaligus menjadi tingkat pengangguran terendah sejak 1994, menurut data Sakernas BPS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Ikut Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka 2026, Siapkan Dokumen Ini
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Dibuka Menguat 0,30% ke Level 6.338, Melaju di Zona Hijau
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
BPBD Imbau Waspada Banjir Rob Jakarta 6-13 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Dokter Diduga Cibir Pasien BPJS yang Curhat di Medsos, RSUP Sardjito Klarifikasi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
• 13 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.