Ringkasan Berita
- Achmad Fikri resmi mengakhiri masa kepemimpinan sebagai Ketua TDA Kediri periode 2023-2026.
- Selama memimpin, ia menghadirkan berbagai program pembinaan, termasuk program unggulan TDA FUN yang memperkuat jejaring dan kolaborasi pelaku usaha.
- Fikri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, mitra, dan sponsor atas dukungan selama tiga tahun kepemimpinannya.
- Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan semangat kolaborasi dan mencetak lebih banyak pengusaha yang berdampak bagi masyarakat.
Kediri (beritajatim.com) – Masa kepemimpinan Achmad Fikri sebagai Ketua Tangan Di Atas (TDA) Kediri periode 2023-2026 resmi berakhir. Setelah tiga tahun memimpin komunitas pengusaha tersebut, Fikri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus, anggota, mitra, sponsor, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Kediri Raya.
Dalam pesan perpisahannya yang disampaikan pada Rabu (5/8/2026), Fikri mengatakan kepemimpinan selama tiga tahun menjadi perjalanan berharga yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan organisasi, tetapi juga proses belajar, bertumbuh, dan berjuang bersama.
“Perjalanan ini bukan tentang perjuangan seorang diri. Semua yang telah kita capai merupakan hasil kebersamaan seluruh keluarga besar TDA Kediri,” ujar Fikri.
Selama memimpin TDA Kediri, berbagai program pembinaan dan penguatan jejaring pengusaha berhasil dijalankan. Salah satu yang menjadi ciri khas kepengurusannya adalah TDA FUN, sebuah program yang mempertemukan pelaku usaha untuk saling bertukar ide, berbagi pengalaman, memperluas relasi, serta bertumbuh bersama.
Program tersebut dinilai mampu memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan TDA Kediri sekaligus menjadi ruang diskusi bagi para pelaku usaha dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.
Fikri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, dan mitra yang telah mendukung berbagai kegiatan organisasi selama masa kepemimpinannya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, dukungan, tenaga, waktu, dan doa yang telah diberikan selama saya mengemban amanah sebagai Ketua TDA Kediri. Tanpa kebersamaan, berbagai program yang telah dijalankan tidak mungkin dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Di akhir masa jabatannya, Fikri turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan maupun harapan yang belum dapat diwujudkan.
“Saya memohon maaf atas segala kekhilafan, keputusan yang mungkin belum berkenan, maupun program yang belum dapat direalisasikan. Semoga seluruh ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan dan menjadi bekal bagi kepengurusan berikutnya,” ungkapnya.
Memasuki periode kepemimpinan baru, Fikri berharap semangat kolaborasi, saling berbagi, dan saling mendukung tetap menjadi fondasi TDA Kediri dalam mencetak pengusaha yang tangguh, inovatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Estafet kepemimpinan akan terus berjalan. Saya yakin TDA Kediri akan terus berkembang dan melahirkan lebih banyak pengusaha yang berdampak. Mari terus melangkah bersama menuju level yang lebih baik,” tutupnya. [nm/beq]




