BNPB Akan Kerahkan 2 Helikopter untuk Padamkan Kebakaran di Gunung Bromo

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dua unit helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. Kebakaran tersebut telah memasuki hari ketiga, dan kian meluas.

"Kami akan mendukung dengan dua unit helikopter," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto usai menghadiri Lokakarya Desa Tanggap Bencana (Destana) di Kota Malang, Rabu (5/8).

Suhariyanto menuturkan, BNPB juga tengah menangani kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Untuk mempercepat penanganan, rencananya helikopter tersebut akan kami geser dari wilayah-wilayah itu agar dapat membantu pemadaman di Gunung Bromo," katanya.

Menurutnya, pengerahan helikopter diperlukan karena titik-titik api berada di kawasan perbukitan dengan kemiringan mencapai sekitar 80 derajat. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dari darat sulit dilakukan.

"Satgas darat sudah berupaya melakukan pemadaman. Namun, karena medannya sangat sulit dan lokasi yang terbakar berada di area yang sulit dijangkau, mereka meminta bantuan pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing," ujarnya.

Suhariyanto mengatakan, dua helikopter tersebut dijadwalkan tiba di Malang pada Kamis (6/8/2026) untuk bergabung dalam operasi pemadaman di kawasan Gunung Bromo.

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut wilayah Gunung Bromo dan sekitarnya masih belum berpotensi diguyur hujan dalam waktu dekat.

"Modifikasi cuaca belum bisa dilaksanakan. Karena itu, helikopter water bombing akan segera kami geser. Kalau memungkinkan hari ini, atau paling lambat besok sudah berada di sini," tuturnya.

Mantan Pangdam V/Brawijaya itu menambahkan, percepatan pemadaman melalui jalur udara diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas, mengingat kawasan Gunung Bromo pernah mengalami kebakaran besar pada 2023 dan 2024.

"Upaya pemadaman tetap dilakukan terlebih dahulu oleh Satgas darat. Jika tidak memungkinkan, baru diperkuat dengan bantuan Satgas udara," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Tanda Kamu Sudah Move On dari Mantan Tanpa Disadari
• 12 jam laluintipseleb.com
thumb
Usai Kalahkan Persija, AFC Ungkap Rencana Besar Persib Bandung di Asia
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketua DPRD Surabaya Dorong Sinergi Warga-Aparat Jaga Kota Kondusif
• 14 jam laludetik.com
thumb
Menko Polkam Pastikan Pemasangan Pagar Mal Tak Terkait Isu Kerusuhan
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bahlil Lantik Kepala Lemigas, BPMA, dan Badan Geologi, Ini Arahannya
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.