JAKARTA, KOMPAS.com - Area tumpukan sampah yang terbakar di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, sebenarnya bukan diperuntukkan tempat pembuangan limbah.
Namun, area tersebut menjadi tempat penampungan sementara (TPS) liar setelah ada oknum membuang sampah menggunakan truk setiap malam.
Ketua RT 13/RW 03 Kelurahan Dukuh, Kramat Djati, Yuli (54), mengatakan, lahan itu semula merupakan rawa yang diproyeksi menjadi waduk sebelum dipenuhi timbunan sampah.
"Sebelumnya (lahan TPS) rawa, ada genangan air. Memang sudah ada informasi mau dijadikan waduk sebelum ada sampah," ujar Yuli saat ditemui di rumahnya di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Yuli memastikan bukan warganya yang membuang sampah di sana.
Warga sekitar tak pernah menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah karena lingkungan mereka telah memiliki TPS resmi.
"Ini bukan TPS (resmi Kramat Jati), yang buang di sini bukan warga sini. Kita punya TPS sendiri. Setiap bulan warga juga bayar sampah," kata Yuli.
Warga justru terkejut ketika lahan itu perlahan dipenuhi timbunan sampah yang datang pada malam hari.
"Kagetlah. Mereka (oknum) buangnya malam. Pakai truk. Siapa yang buang kami enggak tahu, pasti oknum," ucap Yuli.
Pemerintah setempat bersama aparat wilayah sebenarnya telah beberapa kali memasang larangan membuang sampah di lokasi tersebut.
Namun, oknum pembuang sampah tak gentar dengan peringatan, hingga terjadilah kebakaran di lahan TPS liar tersebut.
"Sudah ada larangan, baik tertulis maupun lisan. Ditutup juga, tapi tetap ada yang buang (sampah)," jelas Yuli.
Baca juga: Penyebab Kebakaran TPA Kramat Jati Sulit Padam: Titik Api di Bawah Timbunan Sampah
Ia berharap lahan itu segera dikembalikan sesuai rencana awal sebagai waduk agar dapat membantu mengurangi banjir di kawasan tersebut.
"Setuju banget kalau jadi waduk karena daerah sini banjir. Harapan saya stop pembuangan sampah liar di situ karena warga sini tidak pernah buang sampah di sana," tutur Yuli.
Warga lain, Yaya, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya merupakan rawa yang berfungsi menampung air saat hujan sebelum akhirnya ditimbun puing dan sampah.