Sekolah Rakyat Jadi Basis Penyaluran Bansos, Target Putus Rantai Kemiskinan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Pemerintah menegaskan data peserta didik Sekolah Rakyat akan dijadikan salah satu dasar dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos). Langkah ini bertujuan agar intervensi pemerintah tidak hanya menjangkau anak-anak, tetapi juga keluarga mereka, sehingga rantai kemiskinan dapat diputus secara menyeluruh.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan rogram Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang khusus diperuntukkan bagi masyarakat dari kelompok Desil 1 dan Desil 2, yaitu kategori dengan tingkat kesejahteraan terendah.

"Program Bapak Presiden ini menurut saya sangat luar biasa karena menyasar masyarakat Desil 1 dan Desil 2, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak putus sekolah, hingga mereka yang orang tuanya tidak memiliki pekerjaan," kata Dudung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Dudung, pemerintah tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga memastikan orang tua mereka menerima berbagai bentuk dukungan sosial. Data keluarga peserta Sekolah Rakyat akan menjadi acuan dalam penyaluran bantuan agar penanganan kemiskinan berjalan lebih terintegrasi.
 

Baca Juga :

Buka MPLS, KSP Dudung Pastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Soreang Siap Beroperasi


Dudung menjelaskan, bentuk intervensi tersebut mencakup bantuan perbaikan rumah dan bansos lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Sementara itu, anak-anak memperoleh pendidikan gratis melalui sistem sekolah berasrama dengan fasilitas yang layak.

"Yang lebih luar biasa lagi, orang tua mereka juga mendapatkan dukungan, seperti bantuan perbaikan rumah dan bentuk bantuan lainnya. Sementara anak-anaknya memperoleh pendidikan di sekolah berasrama, tinggal di lingkungan sekolah dengan pemenuhan gizi yang sesuai standar dan disesuaikan dengan kebutuhan usia mereka," ujar Dudung.

Dudung menuturkan bahwa pemenuhan gizi menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Presiden meyakini bahwa asupan gizi yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Harapan Bapak Presiden, pemenuhan gizi yang baik akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga melahirkan generasi unggul di masa depan," beber Dudung.


KSP membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 di Soreang, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/Roni K)

Dudung menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak yang sama dalam mengenyam pendidikan tanpa terkecuali. Kesempatan ini juga diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas yang kini mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Prinsip Bapak Presiden jelas, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah dan tidak boleh ada anak yang tidak makan. Semua harus memiliki kesempatan yang sama. Tadi kita juga melihat ada anak penyandang disabilitas yang mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat," tegas Dudung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Info Cuaca 5 Agustus: Mayoritas Berawan, Waspada Hujan Petir di Tanjung Selor
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Spectrum: Perayaan 15 Tahun Sepak Terjang Monica Ivena di Dunia Fashion Couture
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kuningan Gempar! Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Sungai, Polisi Cari Pelaku
• 28 menit lalurctiplus.com
thumb
KPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dalam Digitalisasi SPBU BUMN
• 20 jam lalunarasi.tv
thumb
BPS Mencatat Penyerapan Tenaga Kerja Bertambah 522 Ribu Orang hingga Mei 2026
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.