Kemenkeu Resmi Ambil Alih Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Begini Skemanya

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diambil alih Kementerian Keuangan melalui Badan Layanan Umum (BLU) PT SMF (Sarana Multigriya Finansial).

Kemenkeu Resmi Ambil Alih Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Begini Skemanya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengumumkan, bahwa utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diambil alih Kementerian Keuangan melalui Badan Layanan Umum (BLU) PT SMF (Sarana Multigriya Finansial).

Purbaya menjelaskan dengan skema tersebut nantinya tidak langsung membebani APBN meskipun infrastrukturnya telah dikelola oleh Pemerintah. Sebab dana yang digunakan untuk membayar utang diambil lewat keuntungan PT SMF, bukan bersumber dari APBN.

Baca Juga:
Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan, KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Kereta Perawatan Whoosh

"Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah tidak akan membebani APBN. PT SMF kan juga punya untung juga kan, sebagian kita biarkan ke situ (pelunasan utang whoosh). Kira-kira begitu gambaran kasarnya," ujar Purbaya saat ditemui di Kantornya, Rabu (5/8/2026).

Menkeu menjelaskan, pengambilalihan Whoosh dilakukan atas kepemilikan 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai bagian dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator Whoosh. Targetnya proses pengalihan saham dari PT PSBI ke PT SMF akan dirampungkan pada pertengahan September mendatang.

Baca Juga:
Temui Purbaya, Bos Danantara Bahas Skema Restrukturisasi BUMN hingga Utang Whoosh

PT PSBI sendiri merupakan konsorsium atau gabungan dari perusahaan BUMN yang dahulu menggarap proyek kereta cepat. Beban utang yang membengkak itu, pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan para BUMN anggota konsorsium.

Adapun komposisi kepemilikan PT PSBI terdiri dari, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memegang 51,37 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memiliki 39,12 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I dengan porsi 1,21 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan porsi 8,3 persen.

"Kan punya dia (saham PT PSBI) 60 persen, itu kasih ke kita (Kemenkeu), 40 persen masih ada yang lain, masih ada China. Konsorsium kasihkan saham punya dia ke saya. Itu punya kita semua nanti perusahaannya (PSBI)," kata Purbaya.

Beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) diperkirakan telah membengkak hingga USD7,2 miliar atau setara Rp116 triliun. Adapun komposisi utang tersebut sekitar 75 persen merupakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan suku bunga sekitar 3,5-4 persen. Hal ini membuat konsorsium PT KCIC yang mayoritas dipegang oleh PT KAI perlu membayar bunga utangnya saja sekitar Rp2 triliun per tahun.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MARK Tebar Dividen Rp76 Miliar, Simak Jadwal Pembagiannya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
15 Istilah dalam Kamus Gen Z yang Viral di Medsos
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
BMKG: El Nino 2026 Masuki Kategori Kuat, Berpotensi Jadi Sangat Kuat
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Menkeu AS Berharap Selat Hormuz dapat Dibuka dalam Dua Hari
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hanya Penyajian Akuntansi Masa Transisi, OJK Bantah Alami Defisit Anggaran dalam Laporan Keuangan 2025
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.