Makin Mendunia, Bahasa Indonesia Menuju Satu Dekade di HTWG Konstanz Jerman

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita
Grid.ID - Bahasa Indonesia semakin mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional. Memasuki hampir satu dekade kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen dan Hochschule Konstanz Technik, Wirtschaft und Gestaltung (HTWG) Konstanz, Jerman, bahasa Indonesia terus diajarkan kepada mahasiswa melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sekaligus menjadi bagian dari program akademik di kampus tersebut.Komitmen memperluas penggunaan bahasa Indonesia di dunia kembali diperkuat melalui kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen dengan HTWG Konstanz. Kerja sama tersebut ditegaskan lewat penyerahan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Aula Sasadu, Badan Bahasa, Jakarta, Senin (3/8).Delegasi HTWG Konstanz yang hadir terdiri dari 14 mahasiswa Program Studi Asian Studies and Management bersama dosen Andi Nurhaina. Penandatanganan MoU ini menjadi kelanjutan kolaborasi yang telah terjalin sejak 2017 dalam pengajaran BIPA, internasionalisasi bahasa Indonesia, hingga pengembangan sastra, bahasa, dan budaya.Mewakili Kepala Badan Bahasa, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah berjalan hampir satu dekade. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berkembang melalui berbagai program baru."Kerja sama ini telah berlangsung sejak tahun 2017 dan terus berkembang dengan baik. Tahun ini Badan Bahasa kembali menugaskan satu pengajar BIPA ke HTWG Konstanz. Kami berharap kerja sama ini terus meningkat dalam berbagai bentuk, baik melalui penugasan pengajar BIPA, program residensi sastrawan, maupun kolaborasi lainnya yang akan diwujudkan melalui perjanjian kerja sama ini," ujar Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana.Iwa menjelaskan bahwa upaya internasionalisasi bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Saat ini, program BIPA telah hadir di 62 negara dan bahasa Indonesia juga telah ditetapkan sebagai bahasa resmi pada Sidang Umum UNESCO.Selain memperluas pengajaran BIPA, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat global. Salah satunya melalui penyusunan regulasi nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Dora Amalia, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, serta para pengajar BIPA yang bertugas di HTWG Konstanz. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan bahasa Indonesia di luar negeri.Di sisi lain, Dosen Bahasa Indonesia HTWG Konstanz, Andi Nurhaina, mengapresiasi dukungan Badan Bahasa terhadap penyelenggaraan program BIPA di kampusnya. Sejak kerja sama dimulai pada 2017, Badan Bahasa telah mengirimkan tujuh pengajar BIPA yang mengajar secara luring maupun daring, termasuk saat pandemi COVID-19.Menurut Andi Nurhaina, mahasiswa HTWG Konstanz tidak hanya belajar bahasa Indonesia di ruang kelas. Mereka juga mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi mitra di Indonesia, menjalani program magang di berbagai institusi dan perusahaan, serta mendapatkan pembekalan intensif BIPA selama dua minggu di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Pada kesempatan yang sama, Andi menyerahkan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani Rektor HTWG Konstanz, Sabine Rein. Dokumen tersebut menjadi simbol komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan sekaligus memperluas kerja sama.Dua mahasiswa semester lima HTWG Konstanz, Joline dan Marlene, juga menyampaikan sambutan menggunakan bahasa Indonesia. Mereka mengaku bangga dan bersyukur mendapat kesempatan mempelajari bahasa serta budaya Indonesia secara langsung.

"Selamat siang Bapak dan Ibu yang saya hormati serta perwakilan kerja sama antara Badan Bahasa dan HTWG Konstanz yang berbahagia. Salam sejahtera bagi kita semua. Kami di sini mewakili mahasiswa HTWG Konstanz mengucapkan terima kasih sebesarbesarnya kepada Badan Bahasa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada (pengajar BIPA) Ibu Andi, Ibu Nissa, Ibu Ellis, Ibu Alin, dan Ibu Shaffa yang telah meluangkan waktu untuk kami. Kami merasa beruntung, bangga, dan terhormat bisa berada di sini untuk belajar langsung. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih."Acara ditutup dengan penampilan mahasiswa HTWG Konstanz yang membawakan lagu berbahasa Jerman dan bahasa Indonesia. Penampilan tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus penguatan hubungan budaya antara Indonesia dan Jerman.Melalui kerja sama yang terus diperkuat, Badan Bahasa dan HTWG Konstanz berharap semakin banyak masyarakat internasional yang mengenal bahasa Indonesia. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat diplomasi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Minta Perbankan Blokir 36.735 Rekening Judol dan Cabut Izin Dua BPR
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Hakim MK Pertanyakan Pengawasan Kemenhub Soal Uang Kompensasi Rp 300 Ribu
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penumpang Garuda Indonesia Bisa Dijemput Toyota Alphard, Begini Caranya
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Potret Sisi Lain Duel Persib Vs Persija di Semifinal Piala Presiden 2026: Momen Respek dalam Rivalitas Bertensi Tinggi
• 8 jam lalubola.com
thumb
Indonesia Resmi Menjadi Tuan Rumah Pertama The Summit Championship di Asia Pasifik
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.